Sultra Wajibkan Usaha Pariwisata Kantongi Standar Pelayanan

0
544
Wakatobi

KENDARI, test.test.bisniswisata.co.id: Dunia usaha pariwisata di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), kini diwajibkan mengantongi standarisasi pelayanan, sehingga bisa bersaing di era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Standarisasi pelayanan pada era MEA yang paling dasar adalah mahir berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra, Zainal Koedoes di Kendari, seperti diunduh laman Antara, Ahad (22/5/2016).

Standarisasi pelayanan, lanjut dia, harus dibuktikan kepemilikan sertifikat untuk wisata minat khusus, SDM pengelola, termasuk pemandunya, juga harus memiliki kemahiran melakukan evakuasi.

“SDM pemandu wisata perlu mendapatkan peningkatan kompetensi mulai dari aspek keilmuan terkait dengan objek wisata minat khusus serta kemampuan evakuasi yang tersertifikasi,” sambungnya.

Menurut dia, apabila usaha pariwisata tidak mengantongi sertifikat standarisasi pelayanan, maka akan disanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami berharap pemerintah kabupaten/kota untuk melaporkan sertifikasi usaha pariwisata ini secara berkala atau setiap enam bulan kepada provinsi,” ujarnya.

Menurut Zainal, Sultra saat ini menjadi salah satu tujuan pariwisata dunia melalui destinasi wisata taman laut nasional Wakatobi.

“Kita juga memiliki beberapa destinasi wisata yang memiliki daya tarik seperti Benteng Keraton Buton, Pulau Bokori, Gua Liang Kabori, dan beberapa destinasi wisata lainnya. Ini merupakan peluang bagi pelaku pariwisata untuk mengembangkan usaha,” katanya. (*/AN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.