Sultan Ingin Lava Bantal Jadi Daya Tarik Wisata Baru

0
783
Lava Bantal (Foto : sorotjogja.com)

SLEMAN, test.test.bisniswisata.co.id: Sri Sultan Hamengkubuwono X menginginkan Lava Bantal jadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Sleman. Sehingga, Lava Bantal bisa memberikan manfaat ekonomi pada warga sekitar. Juga perlu mendirikan desa wisata di kawasan ini.

“Sebaiknya Lava Bantal disatukan dengan objek wisata lainnya sehingga menjadi satu kawasan destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan,” tuturnya saat meninjau lokasi bebatuan gunung purba tersebut, Sabtu (30/5). Lava Bantal sendiri berada di perbatasan dua desa, yaitu Kalitirto dan Jogotirto, Kecamatan Berbah.

Pengembangan lava bantal menjadi daya tarik wisata, sambung Sultan, sangat bergantung pada inisiatif masyarakat. Termasuk dalam pengelolaan. “Pemerintah memiliki fungsi sebagai fasilitator untuk mewadahi inisiatif masyarakat,” katanya.

Sri Sultan juga berpesan agar masyarakat dapat menjaga situs geoheritage. “Mohon masyarakat dapat menjaga. Jangan sampai situs jadi rusak, karena dicongkel, dikotori dan dicorat-coret,” pesan Sultan seperti diundud laman Republika.co.id, Ahad (31/05/2015).

Ia juga berpesan agar masyarakat melestarikan jembatan di atas lava bantal yang katanya dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang turut hadir menyampaikan harapannya agar masyarakat menjaga Lava Bantal. “Karena situs ini merupakan peninggalan jaman dahulu dan termasuk langka, jadi kelestariannya harus dijaga,” ujarnya sambil menambahkan pihaknya sangat setuju lava bantal jadi tujuan wisata.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio mengatakan struktur lava bantal ini sangat unik. Karena proses pembentukannya tidak dijumpai di setiap tempat. Lava Bantal diperkirakan muncul pada masa tersier, yaitu lebih dari dua juta tahun yang lalu. Menurut Subandrio, batuan itu terbentuk dari terobosan magma di lingkungan yang berair.

“Karena berada di lingkungan yang dipenuhi air, terobosan magma ini tidak membentuk gunung api. Tetapi menjadi batu yang memiliki tekstur khas,” papar Subandrio sambil menambahkan sebaiknya Lava Bantal dikembangkan menjadi tujuan wisata yang bersifat edukatif. Agar masyarakat memahami nilai ilmu pengetahuan dalam proses pembentukannya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.