Sulsel Tawarkan Kerja Sama Pariwisata ke Perancis

0
397
Wisata Tana Toraja ditawarkan investor (Foto: Daunbuah.com)

MAKASSAR, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Perancis tengah menjajaki kerja sama bidang pariwisata dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). Penjajakan ini, setelah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengundang Duta Besar Perancis, Jean Charles Berthonnet untuk menghadiri salah satu event pariwisata internasional andalan Sulsel yakni Festival Lovely December.

Gubernur Syahrul menginginkan penandatangan kerja sama dilakukan saat Festival Lovely December. Terlebih, event akbar itu akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Saya undang Pak Dubes ke Lovely December. Kalau bisa nanti kita mendatangani kerjasama (MoU) antara Sulsel dan Prancis di depan Presiden RI,” kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Ahad (10/09/2017).

Dubes Perancis, Jean Charles Berthonnet, berada di Kota Makassar pada akhir pekan ini untuk beberapa kunjungan. Selain menemui Gubernur Syahrul di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jean dan rombongan juga menghadiri Makassar International Eight Festival & Forum atau F8. Seperti Festival Lovely December, F8 juga merupakan event penarik wisatawan.

Gubernur Syahrul melanjutkan peluang kerjasama antara Sulsel dan Perancis tidak hanya berpusat pada sektor pariwisata. Terdapat beberapa potensi lainnya yang bisa dikerjasamakan untuk menguatkan hubungan bilateral tersebut. Di antaranya yakni sektor pendidikan dan budaya, perdagangan serta kemaritiman.

Sementara itu, Jean mengatakan memang ada beberapa sektor yang dapat dikerjasamakan antara Sulsel dan Perancis dalam upaya mengakselerasi perekonomian. Di antaranya yakni pariwisata dan budaya. Sedangkan, untuk ekonomi kemaritiman, sambung dia, sudah terjalin melalui Pelabuhan Makassar.

Jean juga mengapresiasi langkah cepat Gubernur Syahrul yang ingin merealisasikan kerjasama sektor pariwisata pada akhir tahun ini. “Kerja sama itu akan kami tindaklanjuti. Staf saya di Jakarta akan berkomunikasi dengan staf Gubernur Sulsel. Walaupun ini sebenarnya bagi kami sangat mendadak untuk dilaksanakan di bulan Desember,” pungkasnya.

Dinas Pariwisata Sulsel menggenjot pengembangan 10 destinasi dan obyek wisata baru tahun ini. Sejumlah infrastruktur pendukung juga dibenahi. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian bagi masyarakat setempat. Ada destinasi betul-betul baru, juga ada destinasi lama tetapi memiliki obyek-obyek wisata baru.

Sepuluh destinasi ataupun obyek wisata ini adalah Lolai di Tana Toraja, Pulau Cambang-Cambang di Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Kolam Bidadari di Barru, Pantai Marina di Bantaeng, dan kawasan Geopark Maros-Pangkep termasuk Rammang-Rammang.

Ada juga kawasan Pantai Bira di Bulukumba, wisata bawah laut Takabonerate di Kepulauan Selayar, Pantai Liukang di Takalar, Pulau Samalona di Makassar, dan Air Terjun Karangan di Jeneponto.

Sejauh ini, kehadiran obyek-obyek wisata baru itu telah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan melebihi target yang ditetapkan. Tahun lalu, target kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulsel mencapai 5 juta orang, tetapi realitasnya mencapai lebih dari 8 juta orang.

Sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai lebih dari 200.000 orang, lebih tinggi dari target yakni 150.000 orang. Tahun ini, ditargetkan kunjungan wisnus mencapai 6 juta orang dan wisman sebanyak 220.000 orang. (*/RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here