Souvenir Khas Samosir Diburu para Pelesir

0
1459
Suvenir Samosir

SAMOSIR, bisniswisata.co: Wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke obyek wisata Tomok, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, selalu ramai memburu berbagai souvenir bernuansa Batak, karena keunikan dan kualitasnya tidak kalah bersaing dengan produk luar daerah lain.

“Berbagai aksesoris dan hasil kerajinan tangan berhiaskan ornamen Batak sangat diminati dan selalu diburu oleh para wisatawan untuk dijadikan sebagai buah tangan,” kata Sidabutar, pedagang suvenir di Tomok, Rabu (27/8/2014).

Souvenir berhiaskan gorga (lukisan Batak) itu, menurut Sidabutar, memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri karena seni ukir tradisional ini menyimpan rahasia keterampilan dalam proses pembuatannya dan dipadukan dengan unsur budaya.

Menurut Sidabutar, souvenir menjadi salah satu peluang bisnis yang memiliki prospek menjanjikan di Kabupaten Samosir, sebab selalu dicari pengunjung sebagai cenderamata.

Peluang itu dimanfaatkannya dengan menjual beragam kreatifitas aksesoris berbahan baku sederhana, seperti tas, kalung, gelang, gantungan kunci dan miniatur rumah batak yang umumnya bermotif gorga dengan warna domoinan, merah, putih dan hitam.

“Toko souvenir yang terkonsentrasi di sekitar Makam Raja Sidabutar Tomok, Kursi Batu Siallagan, dan sepanjang Jalan Lingkar Tuktuk Siadong ini dari dulu hingga sekarang selalu ramai diserbu konsumen,” kata Sidabutar.
Boru Simbolon, pedagang souvenir mengaku penjualan mereka setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Sejak generasi kakeknya, mereka sudah menggeluti usaha penjualan berbagai suvenir yang ditempatinya secara turun temurun. “Harga souvenir ini sangat bervariasi. Ada yang dijual sekitar Rp 10 ribu dan ada yang harganya mencapai jutaan rupiah, tergantung jenis dan bahan bakunya,” kata Boru Simbolon seperti dilansir laman Antara.

Yosie Fatimah, wisatawan lokal dari Tobasa mengaku sangat tertarik dengan berbagai souvenir yang bermotif gorga, karena menggambarkan tingginya nilai seni yang terkandung dalam proses pengerjaan hasil kreatifitas berbahan sederhana tersebut.

Menurut Yosie, sejumlah souvenir sengaja dibelinya untuk buah tangan dan sebagai kenang-kenangan dan pertanda dirinya pernah berkunjung ke kabupaten yang memiliki tagline “Samosir Negeri Indah Kepingan Surga” tersebut.

Dinda Febrima, pelesir asal Bandung mengaku dirinya sengaja berburu souvenir ke Samosir dalam rangkaian kunjungan wisata bersama keluarga dari Bandung. “Saya sangat mengagumi berbagai suvenir berbahan baku sederhana yang dihasilkan para perajin daerah ini karena kualitasnya lumayan bagus dan tidak kalah dengan kreasi berbagai daerah yang ada di luar Samosir,” katanya. ****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.