Songket Silungkang Ingin Diakui UNESCO

0
745
Songlet Singkulang Sawahlunto (Foto: Shafira)

SAWAHLUNTO, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto Sumatera Barat (Sumbar) tengah mengusulkan songket Silungkang diakui sebagai warisan dunia Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO). Songket Silungkang adalah kain khas tradisional Sawahlunto yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Sedikitnya 37 motif songket Silungkang di Museum Belanda. Ini berarti seongket ini ada sejak zaman penjajahan Belanda. “Kami ingin membawa kembali kain songket Silungkang ke Indonesia. Memang tidak menyangka songket ini dibawa orang Belanda ke negaranya,” papar Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf

Lebih menggembirakan lagi, sambung dia, ternyata banyak motif, corak dan warna songket Silungkang. “Jika sudah kembali ke Indonesia, kami meminta pengrajin songket silungkang untuk mengembangkan dan mempelajari lebih mendalam, sehingga songket silungkang terus berkembang dan tidak punah oleh perkembangan zaman.

Diakunya, Bappenas mendorong agar Pemkot Sawahlunto mengumpulkan dokumen atau tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa songket Silungkang memang asli berasal dari daerah Sawahlunto. Untuk itu, pihaknya tengah mengumpulkan dokumen-dokumen, termasuk Songket Singkulang yang ada di Belanda.

Ia juga meminta Pemkot Sawahlunto untuk menggandeng perguruan tinggi membuat kajian akademis sebagai upaya agar songket Silungkang benar-benar bisa diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf menyebutkan dalam menjaga kualitas kerajinan songket tersebut pemerintah, baik daerah maupun pusat, terus melakukan pembinaan dan pendampingan. “Pada 2016 Badan Ekonomi Kreatif Indonesia juga melakukan pembinaan agar standar kualitas tetap bisa dipertahankan,” ujarnya.

Perajin songket Silungkang di Sawahlunto, menurut dia, kini juga telah mengembangkan songket dengan pewarnaan alami, bahkan salah seorang perajinnya menjadi duta di Brussel, Belgia, terkait penggunaan pewarna alami. Juga tengah berupaya agar songket Silungkang bisa memiliki hak paten.

Direktur Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Koperasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Ahmad Dading Gunadi menambahkan perajin songket Silungkang Sawahlunto, harus menciptakan produk berstandar nasional Indonesia (SNI) agar diterima pasar dalam dan luar negeri.

Selain mengikuti pameran secara aktif di luar negeri, sehingga tahu seperti apa kualitas yang dibutuhkan di pasar luar negeri, produk juga harus memiliki Standar Nasional Indonesia. “Pemerintah daera juga harus melakukan pendampingan dan pembinaan untuk mengurus SNI bagi pengrajin songket ini,” harapnya.

Salah seorang perajin songket Silungkang, Anita Dona Asri (31), mengemukakan bahwa salah satu kesulitan dalam memasarkan songket ke luar negeri sangat terkait dengan standar kualitasnya. (*/ANT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.