Singapura Dihantui Virus Zika, Pariwisata Batam Terpukul

0
705
Jembatan Barelang ikon pariwisata Batam

BATAM, test.test.bisniswisata.co.id: Virus Zika tengah menghantui Singapura. Dampaknya pariwisata Kota Batam Kepulauan Riau sangat terpukul. Mengingat, Batam sangat bergantung dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari negara tetangga Singapura. Memang hingga kini belum ada data resmi terkait penurunan wisman, namun suasana dan kondisi di Batam sangat berbeda jauh dibandingkan Singapura tak ada virus zika.

“Singapura adalah negara yang penting bagi Batam, jika terus menerus kondisinya seperti ini, kunjungan wisman ke Batam jelas akan turun. Kami berharap kondisi ini ceoat pulih, sehingga gairah wisatawan kembali terjadi,,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Yusfa Hendri di Batam.

Kebijakan Travel Advisory yang dikeluarkan banyak negara agar warganya menghindari bepergian ke Singapura, turut pula dirasakan Batam, karena mayoritas wisman masuk melalui Negara Singa. “Adanya ‘travel advisory’ dari beberapa negara seperti Australia, Malaysia, Korea dan lain-lain. Itu artinya mereka enggak masuk ke Singapura, berarti enggak ke Batam juga, karena pintu masuk wisman, ke Singapura dulu, baru ke Batam,” jelasnya.

Ia mengaku belum mengantongi angka riil penurunan wisman ke Batam. Namun berdasarkan informasi dari imigrasi yang diterimanya, ada penurunan jumlah wisman, baik masuk ke Batam dari Singapura, maupun wisatawan yang bepergian ke Singapura dari Batam. “Kami berharap Pemerintah Singapura segera melakukan penanganan peredaran virus Zika, agar keadaan bisa segera pulih,” harapnya seperti diunduh laman Antara, Selasa (06/09/2016).

Sementara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau langsung sigap mempersiapkan seluruh daya dan upaya untuk menghadang masuknya virus berbahaya itu ke wilayah setempat. Langkah pertama, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan pengelola kapal membagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) kepada seluruh penumpang dari Singapura yang menuju Batam.

Setelah tiba di pelabuhan di Indonesia, maka petugas juga akan memeriksa suhu tubuh penumpang, sebagai indikasi awal orang yang terkena virus Zika. Bila alat pendeteksi suhu tubuh (Thermo Scanner) belum diaktifkan atau belum ada, maka petugas akan mengecek suhu tubuh penumpang dengan alat yang ditempelkan di kepala. Selain itu, Dinkes dan Dinas Kesehatan Pelabuhan juga menugaskan seluruh petugasnya untuk jeli memperhatikan setiap penumpang yang dicurigai mengidap virus Zika. (*/A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.