Shinta Bubu dan mitra luncurkan VCNetwork.co untuk menjembatani starups dan investor

0
811
(foto: Finance magnates.)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ketekunan dan kepedulian yang melekat dalam diri Shinta W Dhanuwardoyo untuk membantu lahirnya perusahaan teknologi kelas dunia dari Indonesia memang tidak pernah berhenti. Mengawali tahun 2016 ini diam-diam dia bersama mitranya di Amerika Serikat telah meluncurkan VCNetwork.co

Wanita kelahiran 18 Januari 1970 yang dikenal dengan nama Shinta Bubu ini tak lepas dari kesuksesannya mendirikan sebuah perusahaan web development dan internet sejak tahun 1996 dengan nama Bubu.com. Namun dalam kesehariannya, Shinta tidak pernah memikirkan kepentingan usahanya sendiri, selalu saja ada upayanya untuk memberdayakan perusahaan lain untuk menggapai sukses kelas dunia.

Sejak terjun ke dunia digital dan sempat lima kali gagal mendirikan perusahaan berbasis digital, Shinta tidak pernah menyurutkan langkahnya untuk bermain di kelas dunia. Ada saja kegiatan-kegiatan yang dirancang dan dilaksanakannya dengan sukses untuk mendukung perkembangan teknologi di Indonesia seperti Bubu Award, untuk mengapresiasi para pelaku bisnis digital yang melakukan inovasi-inovasi terbaru. Pesta Blogger yang mempertemukan para blogger dan acara lainnya adalah IDByte.

IDByte adalah acara rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap startup digital di Indonesia dan misinya adalah membawa Indonesia ke ranah digital kelas dunia. Berbekal keyakinanya bahwa media digital dan internet akan berkembang pesat.

Shinta W Dhanuwardoyo  atau Shinta Bubu ( foto: dok. shinta)
Shinta W Dhanuwardoyo atau Shinta Bubu ( foto: dok. shinta)

Shinta yang telah bergelut dengan dunia bisnis digital selama hampir 20 tahun terakhir ini punya keyakinan sudah waktunya pengusaha Indonesia menjadi pemain kelas dunia di teknologi digital. Itulah sebabnya, mengawali tahun 2016 ini, dia menggandeng Jenny Q. Ta, yang saat ini pendiri dan CEO Sqeeqee.com dari AS dengan mendirikan VCNetwork.co, sebuah usaha membangun jembatan skala global guna menghubungkan usaha pemula (startups) dengan investor.

Era 2010, para startups banyak bertumpu pada Angelist, sebuah situs untuk mendaftarkan perusahaan mereka guna menarik para investor. Situs yang menjadi virtual ‘Facebook’ bagi para startups itu diharapkan dapat membantu mereka meningkatkan modal usaha dan sindikasi tapi akhirnya justru membuat investor atau pemodal sulit menemukan startup yang potensial dengan segmen pasar tertentu (niche market).

Shinta dan Jenny membuat VCNetwork dengan menggunakan model Shark Tank yang mengadopsi acara televisi keren yang ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia dan memberikan kesempatan para starups entrepreneur untuk bertemu dengan investor.

Kini sebaliknya, Shinta justru menjaring investor yang masuk untuk membiayai usaha startups . “Tujuan kami membuat VCNetwork adalah untuk mengembangkan platform yang akan mampu menyalurkan startups paling pas untuk masing-masing investor,” kata Shinta seperti dikutip dari Finance magnates.

Digunakannya pendekatan ala acara yang diinspirasi acara program TV Shark Tank itu karena dari tayangan terungkap bahwa investor Shark cenderung mengkonsentrasikan investasi mereka di bidang keahlian mereka juga. Dengan demikian, VCNetwork didirikan untuk mendorong startups mencari dana investor yang paling mungkin tertarik dalam bidang bisnis mereka.

Shinta menjelaskan bahwa kecenderungan investor untuk fokus pada jenis investasi tertentu berarti bahwa mereka tidak melihat dan menilai setiap proposal rencana usaha dari para startups yang masuk. Akibatnya para startups tidak mendapatkan respon karena usulan mereka bahkan tidak dibaca. Sementara di sisi investor mengeluh terlalu banyak proposal yang menumpuk di meja.

Baik Jenny dan Shinta mengatakan bahwa upaya mencari dana bagi startups di luar AS justru lebih sulit. Investor AS hanya fokus pada proyek-proyek di Amerika dan ketika mereka tidak menemukan proyek yang cocok baru mau melihat proposal dari luar negri..

“Kalau investor AS ke fokus dalam negeri saja maka ada banyak peluang mereka yang hilang karena startups di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara di berbagai daerah telah menguasai tekhnologi baru ini dan nilai perusahaan yang mereka tawarkan pada investor adalah akses pasar yang besar dan terus tumbuh.

VCNetwork.co yang fokus ke pasar internasional akan memimpin para investor diseluruh dunia berinvestasi pada startups yang tepat dan dapat berkomunikasi dengan baik hingga akhirnya melahirkan kesepakatan bisnis. ‘ Lebih dari 300 investor sudah bergabung dalam jaringan kami. Selama ini tidak ada jembatan global yang menghubungkan investor dan startups. Tapi kini investor dan startups dari Eropa dan Asia sudah bisa mudah menghasilkan kesepakatan.

“Sekarang sudah waktunya kita menjadi pemain kelas dunia di teknologi digital. Untuk itu edukasi sangat diperlukan dalam hal ini supaya kita tidak dihajar terus oleh teknologi dari luar,” ungkap Shinta.

Dalam menjalankan bisnis teknologi digital, Shinta mengaku banyak tantangan yang dihadapi, antara lain adalah ketidaktahuan masyarakat akan bisnis yang ia jalani. Artinya belum semua masyarakat di Indonesia mengerti tentang teknologi digital.

Untuk itu bersama Bubu.com, Shinta sampai saat ini masih rajin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa itu internet, apa itu website meskipun jumlah netizen Indonesia sudah mencapai 88,1 juta orang. Sementara bagi para pemula dia bahagia bisa menjadi jembatan untuk menghubungkan mereka dengan para pemodal dan kelak menjadi pemain dunia. (hss)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.