Home AKOMODASI Setiawan Mardjuki: Buah kecintaan pada alam hasilkan kawasan wisata terpadu Tanjung Lesung

Setiawan Mardjuki: Buah kecintaan pada alam hasilkan kawasan wisata terpadu Tanjung Lesung

0
1687
Tanjung Lesung Beach Resort, salah satu fasilitas di kwasan KEK Tanjung Lesung, Banten.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jatuh cinta pada keindahan alam membuat Setiawan Mardjuki, Direktur Banten West Java Tourism Development  (BWJ) setia dan sabar dalam mewujudkan impiannya, menyulap wilayah kawasan Tanjung Lesung sebagai ‘Bali” lain di Indonesia atau bahkan bak Rievera Mediterania, kota pantai  sepanjang Spanyol hingga Italia.

Mosaik indah di sepanjang garis pantai dari Valencia, Spanyol  hingga ke Livorno, Italia itu akan muncul di kawasan Banten Selatan dan jika semua fasilitas sudah terpenuhi maka itulah buah dari kekuatan cinta dan keyakinan Setiawan Mardjuki yang mengembangkan wilayah itu sejak tahun 1991.

“Saya mulai membeli tahun 1990 seluas 300 hektar, keyakinan akan potensi pariwisata dan keunikan budaya  membuat saya membangun 61 unit Kalicaa Villa dengan kapasitas 124 orang di bibir pantai yang mulai beroperasi tahun 1997,” katanya.

Setiawan Mardjuki, Direktur Pt Banten West Java Tourism Development  (BWJ)
Setiawan Mardjuki, Direktur Pt Banten West Java Tourism Development (BWJ)

Lebih dua puluh tahun merintis usaha di Tanjung Lesung, Setiawan mengaku cukup sukses menciptakan pencitraan sebagai tempat eksklusif yang cukup dekat dengan kota Jakarta sehingga menjadi pilihan presiden Megawati Soekarno Putra, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, pengusaha papan atas serta sejumlah artis terkenal untuk beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan bersama keluarga ataupun kolega.

Tanjung lesung yang terletak 170 km atau 3,5 jam dari Jakarta dengan panorama alam yang eksotik, pasir putih, vila mewah dan ruangan outdoor yang menarik membuat beragam kegiatan diciptakan pula oleh event organizer. “Kreativitas mengemas kegiatan di hari kerja membuat selama 17 tahun terakhir kami bisa eksis melayani tamu,” kata Setiawan di sela-sela kegiatan Exploring Tanjung Lesung bersama pers dan kalangan Event Organizer, kemarin.

Kini dengan luas kawasan yang mencapai 1500 hektar tanah , sedikitnya ada 32 fasilitas yang akan melengkapi Tanjung Lesung Beach Resort dengan kawasan pemukiman, kondominium, hotel, pusat kebudayaan. Ferry terminal, pelabuhan marina, yacht club, lapangan golf, kondominium,  bandara, desa wisata, hutan tropis, reservoir hingga sekolah.

Buah kesabaran dan komitmennya pada pariwisata pula akhirnya membuat DS Darmono, Presdir PT Jababeka yang hadir dalam acara itu, membeli perusahaan yang dirintis Setiawan tiga tahun lalu. Apalagi pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada 2012  kemudian menetapkan Tanjung Lesung sebagai Kawaan Ekonomi Kelautan (KEK). Setiawan tidak kehilangan propertinya karena tetap memiliki saham dan usaha yang telah dirintisnya itu menjadi anak perusahaan PT Jababeka tbk.

Dia memuji kiprah Setiawan dalam mengembangkan kawasan itu dengan keyakinan untuk mempersiapkan sumber daya manusia bahkan sejak 20 tahun lalu. Sambil mengembangkan kawasan Setiawan mengembangkan sekolah-sekolah di sekitar mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Hal ini karena cara berfikirnya  visioner sehingga jauh-jauh hari telah mempersiapkan penduduk setempat untuk menjadi sumber daya manusia yang berpikiran internasional sehingga property yang ada kini sebagian diisi oleh warga disekitar.

“Kami sedang membangun sebuah kawasan pantai wisata yang terintegrasi dan bisa menjadi hub  diatas tanah 1.500 hektar. Dengan area Tanjung Lesung yang lima kali lebih besar dari Nusa Dua di Bali maka jumlah SDM yang kami butuhkan memang besar,” kata Setiawan Mardjuki.

Setiawan dan timnya secara konsisten memberdayakan penduduk setempat sebagai sumber utama modal manusia yang memainkan peran penting dalam bisnis. Itulah sebabnya pihaknya telah mempekerjakan warga setempat di berbagai posisi, mulai dari tukang sapu sampai manajer.

“Tantangan yang dihadapi  adalah bagaimana mendorong masyarakat lokal untuk memahami dan menghargai budaya yang berbeda karena bisnis yang dikembangkan bukan lagi hanya hotel tetapi menjadi bisnis properti yang akan mendongkrak kunjungan wisatawan internasional dan wisatawan nusantara,” jelasnya.

Pihaknya secara teratur mengadakan sesi pelatihan untuk mendidik penduduk setempat, yang meliputi berbagai mata pelajaran, dari pengenalan industri perhotelan, manajemen hotel dan kelas bahasa Inggris.

Banten West Java Tourism Development, yang kini menjadi anak perusahaan dari PT. Jababeka Tbk tengah mempersiapkan fasilitas berkelas internasional, berupa golf course, marina, dan fasilitas lainnya bermitra dengan investor asing, Hanking Group.

“Marina ini nanti bisa menampung 600 kapal yacht dan kami juga akan membangun mega marina sehingga kapal pesiar berkapasitas 2000-3000 penumpang juga bisa sandar,”

Saat ini Tanjung Lesung telah dilengkapi oleh beberapa fasilitas dan hotel bintang 4 berstandar internasional, yakni Kalicaa Villa Estate, Tanjung Lesung Resort Hotel, the Blue Fish dan the Sailing Club. Lokasinya yang berada dekat dengan wilayah Jakarta, juga menjadikan kawasan Tanjung Lesung ini sebagai tujuan wisata favorit ataupun sebagai tempat dari berbagai kegiatan bisnis.

Berbagai aktivitas dapat dilakukan di Tanjung Lesung yang juga dikenal sebagai gerbang dari wisata Gunung Anak Krakatau, mulai dari aktivitas relaksasi, petualangan bawah laut, bersepeda, hingga wisata alam di Taman Nasional Ujung Kulon dan wisata budaya Baduy yang berada tak jauh dari kawasan Tanjung Lesung.

Sebagai kawasan wisata terpadu, aksesibilitas ditingkatkan dengan pembangunan jalan tol sekitar 83 kilometer dan menghubungkan langsung dengan tol lingkar luar Jakarta. Dana untuk membangun jalan tol ini sudah dipersiapkan sekitar  Rp 10 triliun rupiah.

“Nantinya dari Jakarta ke Tanjung Lesung cukup dua jam saja sehingga diharapkan juga bisa menarik perhatian orang Jakarta untuk membuang uang mereka ke Banten, tidak hanya ke Bali atau ke Bogor dan Bandung yang harus ditempuh dengan kemacetan di perjalanan,” kata Setiawan optimistis. (hildasabri@yahoo.com).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here