Serunya Makan Ulat Sagu di Mal Discover Bali

Nia Niscaya didampingi Maria Mayabubun memperlihatkan kepada pengunjung mal untuk mencoba makan ulat sagu pada acara Pameran Direct Promotion Pariwisata Produk Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara di Discover Shopping Mall, Kuta-Bali, Sabtu (25/10/14)

0
1226

KUTA-BALI, Bisniswisata.co.id: Ada yang menarik sebelum memasuki area pameran Direct Promotion Pariwisata Produk Papua dan Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara di atrium Discover Mall, Kuta-Bali pada Sabtu, (25/10/14), yakni mencoba ulat sagu.

Ulat sagu merupakan salah satu kekayaan Papua dan menjadi kuliner yang khas meski tidak lazim dikonsumsi dan terlihat “ekstrim” bagi yang memakannya.

Sebagian pengunjung nampak terlihat jijik, meski banyak juga yang mencoba untuk makan ulat sagu tersebut. “Saya mau coba, tapi beri saya minum dulu,” ujar Nakamaru turis asal Jepang yang minta di foto saat makan ulat sagu kepada temannya.

“Hap!”…Nakamaru pun menelan ulat sagu itu tanpa menguyahnya dan memegang perutnya sambil menggoyang-goyangkannya menunjukkan kepada pengunjung mal kalau ulat sagunya sudah masuk ke perut.

Berbeda dengan Direktur Promosi Luar Negeri Kemenparekraf, Nia Niscaya yang baru pertama kali mencobanya. Awal pertama mengambil, Nia tampak terlihat menjerit jijik untuk memegangnya meski terlihat terus ingin mencoba.

“Ya, ini saya coba…hmm..rasanya ternyata gurih ya. Ayo siapa lagi yang mau mencoba diberi hadiah,” ujar Nia sambil mengunyah ulat sagu yang ditemani Kasubdit Promosi Wisata Dalam Negeri Wilayah V, Maria Mayabubun.

Mendengar tawaran untuk diberi hadiah, pengunjung yang umumnya turis asal Australia, Jepang, dan Tiongkok pun satu persatu mencoba ulat sagu tersebut. “Yeah…really enak..,” ujar James turis asal Australia yang mengunyak ulat tersebut seperti makan permen karet sambil mengacungkan jempol.

Bagi masyarakat Papua selain menjadi makanan favorit, ulat sagu ini memiliki kandungan gizi yang dipercaya dapat menjaga stamina tubuh dalam melakukan rutinitas kita sehari-hari.

Ulat sagu ini berasal dari pohon sagu yang terdapat pada bagian batang pohon sagu yang ditebang. Pada pohon sagu yang ditebang kemudian diambil sagunya, batang tersebut dibiarkan begitu saja hingga beberapa hari.

Setelah didiamkan batang pohon tersebut akan membusuk dengan sendirinya, dan kemudian bermunculan ulat-ulat yang dinamakan ulat sagu.

Saat mengambil ulat sagu tersebut biasanya menggunakan alat tradisional seperti kapak untuk membelah batang pohon, biasanya ulat sagu akan berada pada bagian dalam atau dicelah-celah batang pohon yang sudah membusuk.

Setelah itu ulat sagu dikumpulkan dalam wadah untuk dibersihkan. Bentuk ulat sagu ini juga bervariasi, ada yang sangat kecil hingga yang paling besar seukuran jempol jari tangan orang dewasa.

“Yang membuat semakin unik dan lucu dari ulat sagu ini adalah ketika ulat sagu yang masih hidup berjalan, ia seperti sedang menggoyang perutnya naik turun secara terus menerus,” ungkap Herman warga dari Jakarta yang telah mencoba tiga kali untuk makan ulat sagu tersebut.

Herman mengatakan, “Selain rasanya yang gurih, juga legit dan sedikit terasa lunak dibagian dalam. Ada rasa manis plus sedikit asin juga. Mungkin bila dicampurkan dengan bumbu penyedap lainnya ulat sagu ini akan makin terasa komplit untuk dijadikan menu makan siang atau malam”. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here