September 2017, Jumlah Kunjungan Wisman Anjlok

0
329
Wisman kunjungi Keraton Yogya (Foto: Seskab.go.id)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2017 sebanyak 1,21 juta wisman. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 13,67% atau 1,40 juta turis asing ketimbang bulan Agustus 2017.

“Penurunan wisman ini lebih dikarenakan sudah berakhirnya masa libur atau peak seasons, sehingga mengurangi kunjungan wisatawan ke Indonesia. Ini situasional sebetulnya, karena peak season sudah berakhir,” kata Kepala BPS Kecuk Suhariyant kepada wartawan di Kantor BPS Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Meski demikian, lanjut dia, secara kumulatif (Januari-September) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,46 juta kunjungan atau naik 25,05% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 8,36 juta kunjungan.

Khusus selama September 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 1,21 juta kunjungan. Lebih tinggi dibanding September 2016 yang mencapai 1,01 juta kunjungan.

Dilanjutkan, September 2017, wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas (PLB) mencapai 109,45 ribu kunjungan, atau mengalami kenaikan sebesar 403,15 persen jika dibanding September 2016 sebanyak 21,75 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibanding Agustus 2017, wisman yang berkunjung melalui PLB mengalami penurunan 31,32 persen.

Terkait kenaikan jumlah kunjungan wisman itu, juga berdampak kenaikan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2017, yang mencapai rata-rata 58,42 persen atau naik 4,26 poin dibandingkan TPK September 2016 sebesar 54,16 persen.

Jika dibanding TPK Agustus 2017 tercatat 58,00 persen, dan TPK September 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,42 poin. “TPK tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 74,11 persen, diikuti Provinsi Bali sebesar 72,64 persen, dan Provinsi DKI Jakarta yaitu sebesar 68,13 persen. Sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Barat yang sebesar 30,61 persen,” ungkapnya.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia, menurut Kepala BPS itu, mencapai 1,97 hari selama September 2017, atau naik 0,07 poin jika dibandingkan rata-rata lama menginap pada September 2016.

“Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing September 2017 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 3,05 hari dan 1,78 hari,” sambung Suhariyanto.

Berdasarkan catatan BPS, kunjungan wisman paling banyak berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mencapai 182.428 kunjungan, diikuti Singapura 122,821 kunjungan, Australia 118.459 kunjungan, Malaysia 106.678 kunjungan dan Jepang sebanyak 56.221 kunjungan. (NDIK)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.