Sepi Order, Perajin Topeng Sambat

0
1036
Perajin topeng

GUNUNG KIDUL, test.test.bisniswisata.co.id: PERAJIN kerajinan tradisional topeng di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sambat, mengeluh karena terjadi penurunan omzet akibat pelemahan ekonomi 2015. Diharapkan tahun 2016, kondisi ekonomi sudah normal kembali.

Bagya, perajin topeng di Dusun Widoro Wetan, Desa Bunder, Kecamatan Patuk Gunung Kidul merasakan penurunan order sebesar 50 persen sejak akhir 2015. “Biasanya jumlah pesanan minimal 200 biji topeng, saat ini hanya sekitar 100-an biji perbulan,” kata Bagyo, Ahad (24/01/2016).

Dilanjutkan, penurunan pesanan pembelian topeng kayu dari berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya sangat berpengaruh terhadap usahanya. Hal ini karena semakin menurunnya permintaan dari pelanggan.

Namun Bagya tetap membiayai karyawannya. “Kalau kondisi ini tidak segera berakhir, usaha kami ke depan mengalami gulung tikar, masa suram. Dan dampaknya beberapa karyawan kena PHK,” katanya mengeluh.

Bagya menduga sepinya permintaan sejak akhir 2015, kemungkinan karena terjadinya pelemahan ekonomi sehingga wisatawan pun mengurangi belanjanya. “Sepinya orderan juga terjadi pada perajin lain,” katanya.

Perajin lainnya Tukiran mengatakan kondisi yang sama. Untuk menyikapi kondisi ini ia mengaku mengerjakan kerajinan patung kayu sesuai pesanan pembeli. “Kami juga mengerjakan patung kayu,” katanya. (*/a)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.