Sepenuh Hati Bango Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara

0
1168
Pukul Kentongan Pembukaan Festival Jajanan Bango

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Warisan kuliner Nusantara begitu melimpah. Setiap daerah punya ciri khas masakan, bahkan satu sama lain memiliki citarasa berbeda. Saking melimpahnya, terkadang tak mudah menjaganya. Beruntung masih ada yang mempedulikan, mempertahankan, dan melestarikan dengan cara yang istimewa, spektakuler yakni melalui festival yang digelar setiap tahunnya, dengan daerah yang berpindah-pindah.

Festival itu bertajuk ‘Festival Jajanan Bango”. Dengan sepenuh hati sejak tahun 2005, Bango melestarikan dan menjaga warisan kuliner Nusantara. Berbagai kota dijelajahi demi menggali kuliner tradisional, sekaligus berkomitmen menjalankan misi sosial pelestarian warisan kuliner Nusantara.

Sukses menggelar Festival Jajanan Bango di Yogyakarta, kini menyambangi kota Surabaya untuk mempersembahkan beragam hidangan autentik dari Barat hingga Timur Nusantara. Memasuki tahun ke-10 Bango memiliki misi besar untuk mendorong kecintaan dan kebanggaan masyarakat luas terhadap ragam kekayaan warisan kuliner Nusantara.

“Sebagai bagian penting dari misi tersebut, kami menghadirkan FJB dengan tema ‘Persembahan Kuliner dari Barat ke Timur Nusantara’ untuk mengangkat kembali kebanggaan masyarakat Indonesia akan kekayaan ragam kuliner Nusantara, sesuatu identintas bangsa yang kalau kita abaikan bisa saja hilang.” papar Nuning Wahyuningsih, Senior Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia Tbk, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi test.test.bisniswisata.co.id, Selasa (02/06/2015).

Di kota Pahlawan, Festival Jajanan Bango FJB menghadirkan 38 legenda kuliner Indonesia yang telah teruji kelezatan serta kesohorannya untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner Nusantara. Bahkan, para pecinta kuliner diajak bertualang menjelajah khasanah kuliner Nusantara, mulai dari Area Indonesia Bagian Barat, Area Indonesia Bagian Tengah, hingga Area Indonesia Bagian Timur.

“Di antara puluhan kuliner pilihan yang Bango hadirkan bagi masyarakat Surabaya, ada 2 legenda kuliner yang bulan April lalu mengharumkan nama Indonesia di pentas kuliner dunia, melalui ajang World Street Food Congress 2015 (WSFC 2015) di Singapura,” ungkap Nuning bangga.

Dua legenda kuliner itu, Kupat Tahu Gempol, dan Ayam Taliwang Bersaudara. Di pesta kuliner internasional yang diikuti 12 negara, para legenda kuliner Indonesia mendapatkan sambutan luar biasa. “Selain kedua legenda kuliner itu, di WSFC 2015 kami hadirkan juga legenda kuliner asal Surabaya, yaitu Soto Ambengan Pak Sadi dan Gudeg Yu Nap yang sayang sekali berhalangan berpartisipasi pada Festival Jajanan Bango 2015,” jelas Nuning.

Ibu Zahra, pemilik warung makan Ayam Taliwang Bersaudara menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi di event Singapura yakni pasokan ayam di Indonesia yang terbatas. Sehingga, hidangan ayam taliwang menggunakan ayam ukuran kecil. Ternyata, di Singapura ada ayam, sayangnya ukuran ayam di Singapura sangat besar.

Terpaksa, lanjut ibu Zahra, hanya menggunakan ayam bagian sayap saja. Namun untuk urusan bumbu, tetap menggunakan bumbu asli daerah Lombok yang biasa dipakai, seperti cabai hitam yang langsung dibawa dari Lombok. Ditambah kecap spesial Banggo, yang rasanya cocok dilidah dan pas untuk masakan Ayam Taliwang.

“Alhamdulillah, usaha keras kami membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Antrian panjang yang tak kunjung usai membuat saya bangga bahwa kuliner Indonesia ternyata mendapat pengakuan di kancah internasiona,” tutur wanita yang telah gigih menasionalkan hidangan ayam taliwang sejak tahun 1980an.

Pada Festival Jajanan Bango 2015, juga dinobatkan 10 Jagoan Kuliner Nusantara yang merupakan penjaja kuliner favorit pilihan masyarakat Indonesia. “Jadi selama beberapa bulan menjelang pelaksanaan FJB, Bango mengajak masyarakat melakukan voting untuk legenda kuliner Nusantara favorit mereka melalui tiga saluran digital, yaitu Facebook fanpage Bango Warisan Kuliner, Mobile Application Warisan Kuliner dan website www.bango.co.id,” sambung Nuning.

Dari pilihan 50 legenda kuliner asal Barat, Tengah hingga Timur Nusantara yang dikurasi oleh Bango, 10 legenda kuliner dengan pemilih terbanyak telah dinobatkan sebagai 10 Jagoan Kuliner Nusantara, dan 8 di antaranya dihadirkan di Festival Jajanan Bango Surabaya.

Nuning menjelaskan sepanjang 2015, Festival Jajanan Bango diselenggarakan di tiga kota. Pertama di Yogyakarta, disusul Surabaya dan puncaknya di Jakarta. “Bango kembali menyinggahi Surabaya, selain karena animo masyarakat yang begitu besar mengikuti serta menghadiri Festival Jajanan Bango, Surabaya juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Jawa Timur dengan hidangan yang sangat khas dan beragam,” lontar Nuning sambil menambahkan Festival Jajanan Bango di Surabaya dibuka Handoyo, Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Jie W Kusuma, penggiat kuliner Nusantara asal Surabaya menilai saat ini perhatian dan minat masyarakat Surabaya terhadap kuliner Nusantara semakin meningkat, khususnya di antara generasi muda. Mereka memiliki semangat yang besar untuk menelusuri ragam kuliner Nusantara, baik yang sudah populer maupun yang belum.

“Festival Jajanan Bango pernah digelar di Surabaya tahun 2014, dan kini kembali hadir sebagai ajang kuliner yang selalu ditunggu-tunggu bisa memberikan kesempatan bagi para pecinta kuliner untuk semakin mengenali dan ikut berpartisipasi dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara.” kata Kusuma.

Selain kelezatan ragam kuliner, Bango juga menghadirkan beberapa area yang tak kalah istimewa seperti: Kampung Bango yang memperlihatkan komitmen Bango dalam menjaga kualitas sepenuh hati; Galeri Festival Jajanan Bango yang menampilkan sejarah keberagaman kuliner Nusantara.

Juga kisah sukses Bango dalam menyelenggarakan Festival Jajanan Bango selama 10 tahun terakhir; serta Panggung Hiburan Bango yang menyajikan aneka hiburan bernuansa tradisional dan berbagai tayangan menarik lain yang dapat semakin menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap warisan kuliner Nusantara. (endy poerwanto)

Daftar Peserta Festival Jajanan Bango 2015:
Dari total 38 kuliner yang hadir di FJB Surabaya, berikut ini adalah beberapa di antaranya. Mereka adalah sosok-sosok legendaris yang siap memanjakan lidah pecinta kuliner di Surabaya.

Legenda Kuliner Nusantara
1. Mie Aceh Sabang
2. Mie Koclok Mas Edi Cirebon
3. Lontong Balap Pak Gendut Surabaya
4. Tengkleng Klewer Bu Edi Solo
5. Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta
6. Nasi Pindang Pak Ndut
7. Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya
8. Sate Jamur Tiram Cak Oney Yogyakarta
9. Oseng Oseng Mercon Bu Narti
10. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Legenda Kuliner Perwakilan World Street Food Congress 2015 (hanya 2 di antaranya yang hadir di FJB Surabaya)
1. Ayam Taliwang Bersaudara
2. Kupat Tahu Gempol
3. Soto Ambengan Pak Sadi (tidak dapat hadir)
4. Gudeg Yu Nap (tidak dapat hadir)

10 Jagoan Kuliner Nusantara (hanya 8 di antaranya yang hadir di FJB Surabaya)
1. Bebek Kaleyo
2. Nasi Krawu Gresik Bu Tiban
3. Pecel Pincuk Ibu Ida
4. Bakwan Malang Senayan Pak Miing
5. Pionir Soto Kudus Kauman
6. Bebek Kayu Tangan
7. Mie Ayam Mapan
8. Nasi Pindang Patin Wong Palembang
9. Nasi Goreng Betawi Lalan Bhakti (tidak dapat hadir)
10. Kare Bebek Seulawah (tidak dapat hadir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.