Semua Penumpang Trigana Air Dinyatakan Tewas

0
808

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tim SAR yang mengevakuasi seluruh penumpang dan awak Trigana Air, sudah menemukan 54 orang. Trigana Air dengan nomor penerbangan 257 rute Jayapura-Oksibil jatuh di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Sesuai laporan manifes, ini berarti semua penumpang Trigana Air ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Pesawat yang hilang kontak pada Minggu, 16 Agustus 2015 itu hancur karena menabrak tebing. “Informasi lanjutan pada pukul 12.30 waktu setempat (WIT), jumlah korban Trigana Air menjadi 54 orang,” papar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A. Barata dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, (18/08/2015).

Dijelaskan, Selasa pada pukul 11.00 WIT dilaporkan terdapat 38 jenazah, yakni 37 dewasa dan satu anak. “Jenazah masih berada di lokasi dan belum bisa dievakuasi, namun secepatnya akan dievakuasi,” ujarnya sambil menambahkan Tim SAR berhasil menemukan kotak hitam pesawat Trigana Air. “Pukul 13.40 WIT kotak hitam Trigana Air yang mengalami musibah sudah ditemukan,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Barata, kotak hitam tersebut tengah dievakuasi oleh tim Badan SAR Nasional dan lainnya untuk segera diserahkan dan diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kapala Basarnas Henry Bambang Soelistyo mengatakan pesawat ditemukan di Gunung Bintang, pada 04 derajat 49 menit 289 detik arah Selatan dan 140 derajat 29 menit 953 detik arah Timur. Sementara itu, jarak dari Bandara Oksibil diperkirakan tujuh Nautical Mile. “Tadi malam tim darat bermalam di 1.000 meter (satu kilometer) butuh waktu paling sedikit satu jam. Koordinat yang kemarin disampaikan diyakinkan bahwa itu 100 persen benar,” katanya.

Bambang mengatakan dua orang petugas telah diturunkan di titik sasaran oleh helikopter airfast diprioritaskan menyiapkan helipad. Selain itu, dua anggota TNI (Paskhas) yang melalui jalan darat juga sudah sampai di lokasi sasaran sekitar pukul 05.00 WIT. “Alat pendingin sangat dibutuhkan,” katanya.

Pesawat Trigana Air IL-257 rute Jayapura-Oksibil mengalami hilang kontak Minggu sore (16/8). Pesawat Trigana Air dengan nomor registrasi PK-YRN dan nomor penerbangan IL-257 take off dari Bandara Sentani Jayapura pukul 14.22 LT (local time/ waktu setempat) dan diperkirakan tiba di Oksibil pada pukul 15.04 LT.

Pesawat Trigana Air PK-YRN kontak terakhir dengan Menara Oksibil pada pukul 14.55 LT. Pada pukul 15.00 LT Menara Bandara Oksibil kontak dengan pesawat namun tidak ada jawaban. Pesawat Trigana Air IL-257 yang mengalami hilang kontak membawa 49 orang penumpang terdiri dari 44 orang dewasa, tiga orang anak-anak, dan dua orang bayi. Selain itu terdapat lima orang kru dalam pesawat Trigana Air IL-257 yaitu Pilot Capt Hasanudin, Flight Officer Ariadin F, Flight Attendant Ika N dan Dita A, Engineer Mario.

KNKT menyebutkan tidak ada orang asing, seluruhnya orang Indonesia. Oleh karena itu mereka tidak punya kewajiban untuk melaporkan hasil investigasi ini kepada negara lain. Terkait dana kompensasi BBM senilai Rp 6,5 miliar, yang ikut hangus terbakar dalam kecelakaan Pesawat Trigana. Deputi Evakuasi SAR dan Basarnas, Heronimus Guru menjelaskan TIM SAR menemukan dana Simpanan Keluarga Sejahtera bagi warga di delapan distrik Kabupaten Pegunungan Bintang itu telah hangus.

Kepala Kantor Pos Jayapura FX Haryono mengatakan, dana sebesar Rp 6,5 miliar itu rencananya untuk membayar dana kompensasi kenaikan BBM bagi warga di 8 distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang. “Uang itu diantar oleh 4 pegawai Kantor Pos Jayapura, dan rencananya hari ini akan dibayarkan untuk warga di 8 distrik di sana,” kata FX Haryono kepada wartawan di posko pencarian di Base Ops Lanud

Jayapura, Senin (17/8/2015). Empat pegawai Kantor Pos yang mengantar dana kompensasi ke Pegunungan Bintang adalah MN Aragae, Agustinus Luanmasse, Yustinus Huruluen, dan Teguh Sane. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.