Semburan Abu Gunung Raung Ganggu Jalur Penerbangan

0
1695

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: STATUS Gunung Raung di Jawa Timur yang meningkat dari waspada Level II menjadi Siaga Level III berdampak pada terganggunya sejumlah jalur penerbangan domestik dan mancanegara.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, semburan abu vulkanik yang terjadi pada tanggal 3 dan 4 Juli 2015 juga telah diinformasikan kepada masyarakat penerbangan melalui Ashtam Nomor 2015/11 tanggal 3 Juli 2015/17 tanggal 4 Juli 2015.

“Informasinya tinggi abu vulkanik sampai dengan FL150 (15 ribu kaki dari permukaan air laut). Abu vulkanik bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 10 knots,” kata Direktur Manajemen Lalu Lintas Penerbangan AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, di kantor Kemenhub, Jakarta, Sabtu (4/7/2015).

Dengan begitu, jalur penerbangan yang perlu menjadi perhatian adalah Jalur W-33 dan W-13 yaitu penerbangan yang melayani rute atau jalur-jalur domestik. “Itu berarti jalur Denpasar-Jakarta, Denpasar-Surabaya, juga Denpasar-Jogja,” katanya menambahkan.

Selain jalur penerbangan domestik, jalur penerbangan internasional atau dengan kode rute M 635 juga ikut mengalami kendala. Jalur itu, ialah jalur penerbangan Denpasar-Singapura, Denpasar-Malaysia. “Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, AirNav Indonesia membuat contingency route menghindari efek Gunung Raung sejauh Radius 30 NM dari puncak gunung. Diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi alam seperti ini.” paparnya.

Di tempat terpisah, General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Trikora Harjo menjelaskan Maskapai penerbangan dari Australia membatalkan penerbangan menuju Denpasar, Bali, karena khawatir terkena dampak abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur yang baru-baru ini meletus.

“Maskapai yang membatalkan penerbangan adalah Virgin Australia Airlines sebanyak tujuh jadwal penerbangan, dari beberapa kota di Australia,” katanya.

Penerbangan yang dilayani maskapai penerbangan berbiaya murah itu dijadwalkan dari beberapa kota di antaranya Melbourne, Sydney, Perth, Cairns dan Singapura.

Sebelumnya pada Kamis (2 Juli 2015) malam, enam jadwal penerbangan yang dilayani maskapai penerbangan Australia lainnya yakni Jetstar juga membatalkan penerbangannya ke Pulau Dewata karena alasan keamanan pasca-meletusnya Gunung Raung. Namun pada Jumat (3 Juli 2015) maskapai berbiaya murah sudah kembali menjadwalkan penerbangannya ke Bali.

Terkait maskapai penerbangan domestik, Trikora menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada penundaan atau pembatalan penerbangan. Seagian besar maskapai domestik itu memilih membelokkan pesawat ke arah utara atau selatan menghindari abu vulkanik pada ketinggian sekitar 22.400 kaki di atas permukaan laut.

“Kami mendapatkan informasi dari Garuda Indonesia, mereka masih bisa menghindari kondisi debu dari ketinggian 22.400 kaki dengan berbelok ke utara atau selatan,” imbuhnya.

Aktivitas Gunung Raung terpantau meningkat di era 1950 an hingga 1980 an. Peningkatan aktivitas itu berupa letusan asap dan gemuruh terjadi terakhir kali pada 1989 lalu. Setelah itu, Gunung ini kembali bangun dari tidur panjangnya pada tahun 2012. Di tahun itu, status Gunung Raung naik dari normal menjadi Waspada hingga Siaga sepanjang Oktober 2012. Sejak Senin, 29 Juni 2015 lalu, status gunung ini dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga. (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.