Semarang Great Sale 2017, Wisata Belanja Kini Merambah Dunia

0
428

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Semarang Great Sale, kini memasuki tahun ke-7. Wisata belanja kota Semarang kini mengalami perkembangan kemajuan yang luar biasa. Kemajuan itu mulai dari jumlah peserta mengalami kenaikan, omset pendapatan juga naik bahkan kini merambah dunia dengan menggaet peserta asing, termasuk menarik wisatawan mancanegara agar tertarik datang.

“Saya sangat apresiasi dengan kemajuan Semarang Great Sale ini, karena itu Kementrian sangat mendukung event wisata belanja ini. Dukungan kami berupa publikasi dan promosi di dalam maupun luar negeri. Kita tunjukkan pada dunia, bahwa ada banyak event wisata belanja di Indonesia, termasuk kota Semarang,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meluncurkan Semarang Great Sale 2017 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa malam.

Menpar melanjutkan event Semarang Great Sale menjadi daya tarik Kota Semarang sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner. Wisata ini dalam fortopolio bisnis pariwisata memiliki porsi besar untuk menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Dalam fortopolio bisnis pariwisata pengembangan potensi budaya mempunyai porsi paling besar yakni 60 persen, sedangkan untuk alam 35 persen dan manmade 5 persen. Dari culture dikembangkan berupa wisata budaya dan sejarah 20 %, wisata belanja dan kuliner 45 % dan wisata ekologi 45 % dan wisata petualangan 20%.

“Jadi potensi wisata belanja dan kuliner di Indonesia sangat besar. Apalagi Semarang kerap menyelenggarakan festival budaya sehingga sangat efektif untuk mempromosikan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan untuk wisata belanja dan kuliner,” lanjutnya.

Selain itu, kota Semarang menjadi pintu masuk untuk destinasi Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang), sedangkan Borobudur yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas menjadi magnet utama dalam membangun kerja sama pariwisata Joglosemar. “Pengembangan kawasan Borobudur dan sekitarnya (Joglosemar) pengelolaannya menggunakan single management,” sambung Arief Yahya.

Dari sisi pemilihan waktu, sambung menteri, pelaksanaan Semarang Great Sale juga tepat. Karena akan dapat mengisi kekosongan di tengah masa low season. “Ketika low season pada dasarnya akomodasi kosong. Pilihannya anda akan biarkan kosong atau jual dengan diskon 50 persen,” kata Menpar.

Ke depannya, penyelenggaraan Semarang Great Sale sudah harus internasional. “Saya harapkan ini tidak lagi domestik dan harus ke sana udah internasional. Jadi kita tetapkan event ini akan terus berkembang jadi international event, dan salah satunya tanggal 6 akan ada Semarang Night Carnival,” ujar Arief.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan Semarang Great Sale berlangsung selama satu bulan penuh mulai 9 April hingga 7 Mei 2017 mendatang ini sebagai upaya mendongrak aktivitas ekonomi dan bisnis yang berdampak langsung pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah. Acara ini juga dalam rangka memeriahkan HUT Kota Semarang.

“Semarang Great Sale kali ini tidak hanya di tingkat kelas menengah ke atas, tapi juga tercatat ada lima pasar dan enam industri PKL yang turut serta. Bahkan event ini juga menjadi bagian dari usaha pihaknya dalam mempromosikan pariwisata Kota Semarang. Event ini
menjadi magnet bagi asosiasi usaha, instansi, pedagang, pengusaha, UMKM untuk berlomba-lomba mengikuti bulan diskon dan menjadi akang mempromosikan produk mereka,” kata Handrat.

Tahun ini Pemkot Semarang juga telah mengagendakan beragam acara lainnya dalam rangka promosi pariwisata Semarang. Mulai dari Warak Ngendeok sebagai even tahunan yang diadakan sebagai tanda akan datangnya bulan puasa Ramadhan; Pasar Imlek Sewawis menyambut hari raya Imlek, Festival Durian di kawasan Waduk Jatibarang serta Semarang Night Carnaval.

Semarang Great Sale 2017″ diikuti berbagai asosiasi, seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jateng, Asosiasi Pengusaha Pandanaran Semarang (APPS), Airline Operating Committee (AOC), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mall, kalangan pedagang pasar (Pasar Bulu, Pasar Mijen, Pasar Surtikanti, Pasar Pedurungan, Pasar Peterongan, Pasar Gunungpati, Pasar Jatingaleh, Pasar Mangkang), dan pedagang kali lima (PKL).

“Hotel, kuliner, retail membuat diskon bersama-sama dalam rangka kota Semarang. Diskon antara 10 hingga 70 persen. Penerbangan sama KAI juga diskon,” ujar Semarang Great Sales, Mei Kristanti.

Diakui Mei, tahun ini Semarang Great Sale mulai go internasional. Ada sejumlah acara bertaraf internasional hingga peserta asing.
“Kalau yang kemarin kita masih lokal, untuk yang saat ini kita pun targetnya sudah internasional,” ungkapnya.

Hal itu pun diseriusi lewat sejumlah event meriah bertaraf internasional yang akan hadir selama perayaan Semarang Great Sale 2017. Misalnya penampilan budaya hingga pameran mobil klasik yang diikuti oleh peserta dari negara lain. “Kita bikin event yang internasional, penutupan Semarang Ethno Classic dihadiri 5 negara, tahun ini Semarang Great Sale ada sekalian para duta besar, kita juga ada budaya internasional,” terang Mei.

Selain event bertaraf internasional, sekiranya event Semarang Great Sale 2017 juga dapat menarik wisatawan asing hingga wisnus untuk datang dan belanja.

Menurutnya target transaksi Semargres 2017 sebesar Rp 200-300 miliar diikuti sebanyak 1.250 peserta. Angka ini naik signifikan dibanding tahun 2016 sebanyak 1.130 peserta dengan target transaksi Rp 110 miliar.

“Untuk jumlah kupon undian dengan hadiah utama sebuah mobil. Tahun ini kita menargetkan sebanyak 4 juta kupon, sedangkan tahun lalu 2,2 juta (kupon) sehingga akan lebih menarik bagi masyarakat penikmat pesta diskon Semargres 2017,” sambungnya. (ep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here