Selfie di Tanah Lot, Wisatawan Jatuh Digasak Ombak

1
2261
ilustrasi

TABANAN, test.test.bisniswisata.co.id: Ingin selfie (berfoto ria) di sekitar Pura Batu Bolong, Tanah Lot Bali, malah berakhir tragis. Nasib nahas itu dialami Aris Dango Rato (27). Wisatawan nusantara asal Sumba Barat NTT jatuh terpeleset dan ditelan ganasnya ombak laut Pantai selatan.

Nampaknya, korban mengabaikan larangan mengambil foto di sekitar lokasi. Pasalnya, lokasi tempat korban mengambil foto sangatlah rawan yakni terletak di bibir tebing yang langsung menuju ke laut lepas.

Kejadian tragis yang terjadi Rabu (25//2015) siang sekitar pukul13.30 WIB hingga Kamis (26/3/3015) pagi jasad warga Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat, belum ditemukan Tim SAR yang berusaha keras mencarinya.

Rame Deta ( 27), adik kandung korban menjelaskan tak ada firasat apa-apa saat mereka berwisata ke Tanah Lot bersama enam kerabatnya. Mereka datang mengendarai mobil Avanza sewaan dari tempat penginapan di kawasan Sesetan, Denpasar.

Di kawasan wisata Tanah Lot, korban hendak berfoto di batu karang Pantai Batu Mejan yang lokasinya berada di antara Pura Batu Mejan dan Pura Batu Bolong. Kedua pura ini lokasinya berada di sebelah barat Pura Tanah Lot. Saat berdiri mengambil foto di atas batu karang yang terjal menjorok ke dasar laut.

“Kakak saya terpeleset jatuh ke laut. Ombak besar lantas menyeretnya ke tengah laut, dia hanya berteriak minta tolong dan tangannya mengangkat ke atas. Meski dia bisa berenang, namun seretan ombak sangat keras,” kata Deta sedih.

Melihat kejadian itu, adik korban sempat meminta pertolongan. Seorang petugas pantai berupaya menyelamatkan korban dengan melemparkan ban pelampung yang terpasang di pinggir area Pura Batu Bolong. Namun, pelampung yang dilempar tersebut tidak dapat diraih karena korban kembali digulung ombak ke tengah laut.

“Kakak saya sempat mengangkat tangan dan mencoba berenang ke tepi, namun ombak besar kembali menyeretnya ke tengah laut,” katanya.

Manajer Operasional Objek Wisata Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, menyayangkan kejadian tersebut dan turut prihatin. Sebenarnya, pengelola tempat wisata sudah memberi larangan bagi pengunjung untuk tidak turun ke karang yang berada di sebelah barat Pura Batu Bolong itu.

“Sudah ada larangan agar tidak turun ke batu karang. Namun, korban mengabaikan larangan tersebut dan tetap turun ke pantai melalui Pura Batu Bolong,” ujar Ketut Toya

Petugas Lift Guard DTW Tanah Lot juga melakukan pencairan dengan cara menyisir tepi karang. Namun sayang, ombak yang besar, sangat menyulitkan bagi petugas Life Guard menemukan tubuh korban.

Untuk mengintensifkan pencarian, Tim SAR Polda Bali juga dilibatkan untuk melakukan pecarian dengan menyisir bagian tepi

karang ditengah tingginya ombak dan derasnya arus. Hingga berita ini dibuat, sampai saat ini korban belum juga berhasil ditemukan. Sayang, hingga Kamis korban belum ditemukan. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.