Samping Bandara Lombok bakal Dilengkapi Sirkuit Motocross

0
1492

LOMBOK, test.test.bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura I mewacanakan akan melengkapi Lombok International Airport (LIA) dengan sirkuit motocross guna menampung para atlet olahraga bermotor tersebut ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

General Manager Angkasa Pura I Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, lokasi sirkuit balap sendiri akan berada di sisi kiri pintu gerbang utama bandara yang memiliki luas lahan 511 hektare itu. “Lahannya sudah ada. Kami siapkan lima hektare,” katanya seperti dikutip dari kantor berita Antara, Sabtu (23/1).

IGN Ardita mengungkapkan, kendati menggunakan lahan bandara area balap tersebut diyakini tak akan mengganggu aktivitas bandara termasuk calon penumpang yang akan menuju ke bandara.

Sebab, area sirkuit akan menggunakan pintu khusus yang terhubung langsung dengan jalan raya. “Kalau pintu masuk sirkuit jadi satu dengan pintu gerbang bandara, ya nanti akan mengganggu kenyamanan. Jauh kok antara pintu bandara dengan pintu masuk arena motocross,” tuturnya.

IGN menambahkan, pembangunan sirkuit motocross sendiri masih dalam tahap pembahasan. Oleh karenanya ia belum memastikan kapan dimulai pembangunan. “Memang, setiap bandara harus memiliki keunikan sehingga keberadaan arena balap motor akan menjadi ciri khas,” lontarnya.

Selain itu, arena balapan ini juga untuk menampung para atlet, pemuda, dan penggemar olahraga sepeda motor yang gemar balap motor untuk berkompetisi secara resmi. “Saya berharap keberadaan arena balap itu akan membawa efek meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok dengan menggunakan Lombok International Airport,” sambungnya.

Saat ini pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Mataram untuk memanfaatkan lahan bandara sebagai lokasi kebun raya. “Kalau lokasi motocross di sisi kiri maka lokasi kebun raya akan berada di sisi kanan dengan luas lahan yang menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” kata Ardita.

Ia mengatakan para pakar tanaman dari Universitas Mataram juga dilibatkan untuk mencari jenis-jenis tanaman yang bisa tumbuh baik di kebun raya.

Lombok International Airport beroperasi pada 2011 guna menggantikan Bandara Selaparang yang tidak mampu lagi menampung jumlah penumpang. Bandara itu melayani 2,7 juta penumpang pada tahun 2015, dengan kapasitas tiga juta penumpang per tahun. Luas lahan 511 hektare menjadikan bandara tersebut paling luas di antara 13 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura sehingga pihak pengelola bandara memiliki lahan yang masih cukup luas membangun sarana nonaero. (*/a

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.