Sampah Kotori Pantai ‘Laskar Pelangi’

0
1101
Sampah di Pantai Laskar Pelangi (foto detik)

TANJUNG PANDAN, test.test.bisniswisata.co.id: Sampah hingga kini masih menjadi masalah serius bagi destinasi pariwisata Indonesia. Bagaimana tingkat kunjungan wisatawan mancangera (wisman) meninggi, jika masalah kecil tak mampu diatasi.

Pemerintah daerah juga pusat tutup mata dan telinga. Tahu tapi tak berbuat, hanya omdo (omong doang-Red). Pemda hanya mengeruk restribusi wisata tanpa punya kepedulian untuk membenahi kawasan wisatanya. Juga Kesadaran wisatawan lokal juga masih sangat rendah terhadap kebersihan, karena buang sampah seenaknya.

Setelah sampah menguncang destinasi wisata Pantai Kuta Bali, Raja Ampat Papua, Pantai Pulau Derawan Kalimantan dan kini giliran Pantai Tanjung Tinggi Propinsi Belitung, yang dikenal sebagai Pantai Laskar Pelaki. Sebutan itu lantaran, pantai ini dijadikan lokasi pengambilan film anak-anak bertajuk Laskar Pelangi.

Pantai ini terkenal dengan keindahan ratusan batu besar kecil yang menyebar di tepi pantai pasir putih maupun berada di dasar laut hingga menjulang tinggi. Belum lagi terumbu karang dengan ratusan ikan hias yang menghiasi kawasan yang berada di Kecamanan Sijuk Belitung.

Sayang dibalik keindahan itu, sampah bekas botol minuman, bungkus sisa makanan, rokok, plastik, kertas koran, pampers bayi, tissue dan masih banyak yang tak bisa disebut satu persatu. Sampah ini berserakan hingga sepanjang 1 km di bibir pantai. Juga mengitari bebatuan yang menjadi ciri khas pantai ini.

Sampah ini sengaja ditinggalkan wisatawan atau pengunjung yang menikmati masa liburan akhir tahun. Mungkin wisatawan membuang seenaknya, lantaran tidak ada tempat sampah yang tersedia. Juga, tidak ada petugas kebersihan. Bahkan mereka berpikiran sampah ini akan disapu oleh alam.

“Pantainya indah. Sayang menjadi kurang bagus karena terlihat banyak sampah. Nah ini mengganggu wisatawan yang ingin menikmati keindahan alamnya,” ungkap Asti (54) salah satu wisatawan asal Jakarta saat berwisata di Pantai Laskar Pelangi, Kamis (1/1).

Asti yang datang bersama temannya, sudah lama tertarik ingin datang ke pantai ini sejak menonton Laskar Pelangi dan membaca terkait dengan daya tarik Pantai ini. “Begitu datang ternyata suasananya berbeda,” tambahnya seperti dikutip laman Republika.co.id.

Selain sampah, lanjut dia, banyak tangan-tangan jahil yang kurang menjaga keasrian pantai berbatu dengan mencorat-coret batu (vadalisme) dengan coretan tulisan nama dan lainnya. “Ini benar-benar memprihatinkan, juga tak terlihat ada petugas pengawas di pantai ini,” paparnya.

Menurut salah satu pemilik kedai Sebakul Bersama, Sri Daryati mengatakan tak ada petugas khusus untuk memungut sampah. Para pemilik kedai di bibir pantailah, yang sesekali memungut sampah-sampahnya. “Hanya bapak-bapak pemilik kedai yang ada ada di dalam sana yang punguti sampah,” kata Sri.

Masih banyak hal yang perlu dibenahi dari pantai Tanjung Tinggi. Tak hanya persoalan sampah, tapi juga toilet umum serta fasilitas penunjang lainnya perlu diadakan untuk semakin menarik wisatawan domistik maupun manca negara. Ya mungkin selama ini wisatawan ingin membuang air kecil maupun besar disela-sela batu. Menjijikkan memang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.