Sambut HARBOLNAS, Martabak D’MARCO Keluarkan Varian Frozen Telur Rendang Pedas

0
861

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Hari Belanja Online Nasional ( HARBOLNAS) selama tiga hari yang berakhir hari ini, 12 Desember 2015 disambut dengan beragam promosi oleh para pelaku bisnis online maupun usaha kuliner yang menerapkan strategi pemesanan online seperti D’MARCO, martabak dan coffee, pelopor kafe martabak di Indonesia.

Kini di penghujung tahun 2015, merespon besarnya potensi pasar online dan “booming”nya online market place seperti Mataharimall.com, Lazada.com, Tokopedia.com, dan sebagainya, pihaknya meluncurkan sebuah inovasi baru , yaitu martabak frozen, martabak dalam kemasan hampa udara dengan tagline Indonesian Homemade Martabak.

Usaha kuliner yang dimiliki Ira Latief, wanita muda berusia 35 tahun yang juga sedang menempuh pendidikan program Doktor di Jurusan Filsafat Universitas Indonesia ini di HARBOLNAS mengeluarkan varian baru dalam kemasan frozen martabak yaitu Martabak Telur Rendang level pedas 1-5.

“Baru beberapa hari sejak dipasarkan online via MarketPlace, Martabak Telur Rendang Level Pedas 1-5 D’MARCO, sudah melayani berbagai pesanan dari pulau Sumatera hingga Sulawesi.  Bahkan sudah mulai masuk juga permintaan pembeli dari Singapura, dan Malaysia,” kata Ira Lathief.

Dia mengamati, bahwa ada daerah yang punya animo tinggi terhadap Martabak Telur Rendang  Level Pedas 1-5 yang dijual via online di Market Place. Contohnya adalah Manado, karena ternyata di kota tersebut sangat jarang didapati penjual Martabak Telur, sementara orang orang Manado suka sekali makanan pedas.

Martabak Telur Rendang level pedas 1-5 sendiri adalah salah satu menu best seller untuk memenuhi selera berbagai segmen pasar seperti level 1 untuk anak Taman Kanak-kanak, pedas level 2 (anak SMA), pedas level 3 (anak Kuliah), pedas level 4 (Sarjana),  pedas level 5 (tingkat Profesor).  Berbagai tingkatan level pedas diberi nama seperti itu, karena Ira Lathief, sang pemilik D’Marco , juga menaruh perhatian besar untuk dunia  pendidikan.

Ira membuka D’MARCO Kitchen di daerah Jakarta Utara yang khusus memproduksi martabak frozen untuk dipasarkan via online, dan juga memproduksi berbagai pesanan martabak untuk catering berbagai acara seperti rapat, gathering dan sebagainya.

“Dari pengalaman saya yang  sebelumnya terlibat aktif di dunia pariwisata sebagai Tour Guide dan Tour Leader sangat jarang kuliner Indonesia dikenali oleh para wisatawan asing yang ditemui saat membawa tur. Jadi memang sedikit kuliner Indonesia yang dikenal di dunia luar sehingga memicu saya memperkenalkan martabak sebagai Indonesia Favourite Pancake kepada para wisatawan mancanegara,” kata Ira Latief.

D'Marco tawarkan varian baru Telur Rendang Pedas Level 1-5 ( foto: Kaukus.co.id)
D’Marco tawarkan varian baru Telur Rendang Pedas Level 1-5 ( foto: Kaukus.co.id)

Seiring dengan perjalanan waktu setelah membuka kafe martabak pertama di Indonesia, Ira kemudian mendapati bahwa martabak bahkan banyak disukai oleh wisatawan mancanegara. Saat membawa tur di Jakarta, Ira sering mengajak para turis  untuk mencicipi Martabak dan memperkenalkan martabak sebagai kuliner Indonesia serta menawarkan kepada para turis membawa Martabak untuk dibawa pulang sebagai oleh oleh

Dari sinilah Ira yakin bahwa Martabak sangat mempunyai potensi besar untuk di angkat sebagai kuliner Indonesia yang go-global, tidak kalah seperti pizza atau burger sehingga akhirnya membuat martabak frozen.

Di kota besar kini semakin banyak didapati Martabak yang dijual dengan konsep yang lebih nge-pop dan kekinian, baik dalam konsep kafe ataupun booth modern berkelas yang dijalankan oleh para artis seperti Uya Kuya, Luna Maya hingga anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, yang membuka Markobar, Kafe Martabak yang booming di Solo.

D’MARCO, yang awalnya berdiri dengan konsep Kafe telah mengalami beberapa penyesuaian merespon perkembangan pasar. Di tahun 2015, merespon budaya nge-Mall di kalangan masyarakat urban kini outletnya hadir di shopping mall modern dan memiliki dua outlet di Kelapa Gading dan BSD Tanggerang, dengan mengusung tagline “Martabak Naik Kelas”.

Tak takut dengan persaingan, Ira mengaku terus menciptakan kreasi dan berinovasi mengikuti perkembangan terkini yang menjadi strategi untuk bertahan di bisnis kuliner ini. Inovasi untuk “Go Online” dengan Martabak frozen ini pula yang dilakukan mengingat saat ini di berbagai Market Place online belum pernah ditemui ada dijual Martabak.

“Dengan merambah pangsa pasar online yang sangat besar, kami ingin produk martabak ini bisa merambah berbagai  pelosok indonesia, bahkan tidak menutup kemungkinan juga menjangkau pasar di luar Indonesia,” kata Ira Latief yang rajin juga membuat buku.

Menurut Ira sebagai pembelajar ilmu filsafat, martabak juga mempunyai filosofi tersendiri. Kenapa disebut namanya Martabak Telur padahal ketika dimakan isinya Daging ? Ini adalah kiasan bahwa Martabak Telur bisa mengajarkan manusia tidak perlu menyombongkan kualitas diri. Untuk membuat Martabak Telur Spesial juga diperlukan proses “membanting banting” hingga terbentuk kulit martabak yang sedap. Karena seperti itulah juga hidup, manusia harus melalui proses tahan banting melalui berbagai tantangan,  hingga bisa menghasilkan kualitas diri yang spesial.

“Nah Sudahkah Anda menyantap martabak hari ini? Martabak can give you an instant Happiness. A Martabak a day can keep your tears away,” katanya dengan mimik wajah serius. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.