Salam Tour Bangun Convention Syariah Hall Rp 30 Miliar

0
1624
Convention Hall bernuansa Islami (Foto: dok)

CIREBON, test.test.bisniswisata.co.id: PERKEMBANGAN pariwisata Cirebon kian mengembirakan, termasuk wisata MICE (meetings, incentives, conferences and exhibitions). Sayangnya, Convention Hall jumlahnya sangat terbatas dan cuma didominasi beberapa hotel di kota Cirebon. Melihat kondisi itu, Salam Tour – penyedia jasa layanan umroh, haji dan wisata religi tengah membangun sebuah convention syariah hall untuk kegiatan bisnis dan dakwah bernama Andalus Business and Convention Centre di Kebun Pelok Harjamukti, Cirebon Selatan.

Dengan investasi yang ditanam sebesar Rp 30 miliar, Andalus Business and Convention Centre berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi. Bangunan bertingkat tiga ini, cukup unik dan menarik. Uniknya, lantai satu untuk mall diisi 40 unit counter, lantai dua diperuntukkan convention hall yang mampu menampung 1500 – 2000 orang dan lantai tiga dibangun budget hotel yang memiliki 28 room.

“Target kami pembangunan selesai tahun 2016, saat ini baru mencapai 20 persen pembangunannya. Kendalanya kami masih menunggu investor yang mau kerjasama membangun Convention Syariah Hall, karena pendanaan kami hanya mampu Rp 10 miliar. Memang sudah ada investor masuk dari Jakarta, hanya menunggu negoisasi berikutnya,” papar Direktur Salam Tour, H Dede Muharam Lc disela-sela Fam Trip Kementrian Pariwisata dengan Asita Jakarta dan Banten dengan mengunjungi destinasi wisata Cirebon, kemarin.

Dede melanjutkan, Andalus Convention Hall & Business Centre berkonsep syariah. Pasalnya, Cirebon sebagai kota muslim kerap kesulitan menggelar acara wisata religi, seperti manasik, pengajian, resepsi pernikahan bernuansa muslim atau Islam wedding dan kegiatan bernuansa Islami misalnya MTQ, manakib, pameran kaligrafi Islami. “Dengan dibangunannya Convention Hall berkonsep syariah, akan menjawab kebutuhan itu. Kami akan menggelar reuni alumni Umroh sebanyak 1500 orang dan ini event pertama saat Convention Syariah Hall dibuka,” ungkapnya.

Nantinya, Andalus Busines and Convention Centre menjadi gedung megah pertama yang berdiri di kawasan Harjamukti. “Ini sejalan program Pemerintah Kota Cirebon yang ingin melakukan pemerataan pembangunan di wilayah selatan kota,” katanya.

Apalagi, tambah dia, desain interiornya bergaya Islami yang mirip dengan design di Andalusia Spanyol – yang merupakan kawasan keyajaan Islam pertama di Negara Spanyol. Juga ada model Timur Tengah yang bakal mewarnai Convention Syariah Hall ini.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat SE saat menerima rombongan Fam Trip Asita Jakarta dan Banten sangat mendukung keberadaan convention hall berbasis syariah. Juga convention hall sebagai pendukung ekonomi Islam di Cirebon. “Kalau dilihat dari sejarah, Cirebon pernah didatangi Laksamana Ceng Ho pada abad ke 14. Beliau saat itu, menyebarkan agama Islam lewat bidang perekonomian. Nah, dengan didirikannya Andalus Convention Hall & Business Centre ini saya harap mampu menghidupkan kembali jalur perdagangan di Kota Cirebon,” ujarnya.

Terlebih, kata Sultan, saat ini infrastruktur di Cirebon semakin maju. Salah satunya dengan pembangunan jalan tol yang semakin memudahkan akses transportasi. Dengan adanya tol akan memudahkan para pelaku ekonomi yang mengembangkan usahanya di Cirebon. Juga, trayek kereta api dibangun dua jalur yang semakin mempercepat akses masuknya wisatawan ke Cirebon. “Juga Cirebon akan memiliki bandara udara sendiri, sehingga semakin memudahkan wisatawan datang. Mudah-mudahan Andalus Convention Hall & Business Centre ini sesuai dengan amanah Sunan Gunung Jati yakni “Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin”,” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.