SIMA, Aplikasi Wisata Sejarah Islami Karya Mahasiswa

0
528

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Lima Mahasiswa asal Universitas Esa Unggul Jakarta ciptakan apilikasi SIMA (Safari Islamic Mobile Application) untuk memudahkan para pengguna mencari lokasi-lokasi wisata bersejarah Islam. SIMA dibuat dengan memadukan konsep media sosial dan konsep tour guide, yang ada di setiap lokasi wisata namun dikemas dalam konsep Islami.

Kelima Mahasiswa itu, Alex Gufron (Ketua Tim pengembangan Aplikasi), Taufik Soleh, Febrica Jannah, Sarah Safitri, dan Elvira Susanti, berupaya menigkatkan pengetahuan informasi religius nan Islami dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Mereka tidak hanya ingin memberikan informasi melalui website atau blog, namun lebih dari itu, mereka menciptakan aplikasi yang mampu digunakan penggun ponsel pintar Android, agar lebih interaktif dan komunikatif.

“Pembuatan aplikasi ini terinspirasi kurangnya media informasi mengenai sejarah Islam di Indonesia, serta belum terdigitalkan dalam bentuk aplikasi mobile. Kita berharap aplikasi ini akan terus menjadi daya tarik pengguna, khususnya muslim yang ingin lebih mengenal sejarah dan lokasi-lokasi wisata religius di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Alex di Jakarta.

Meski baru mencangkup daerah-daerah Jawa Barat dan sebagian wilayah Banten, namun aplikasi buatan Mahasiswa Esa Unggul tersebut terbilang menarik dan cukup terkonsep. Mulai dari adanya fitur Islamic Feed yang memberikan informasi secara faktual terkait lokasi wisata, Nearby Location yang memudahkan para pengguna dalam mencari lokasi wisata terdekat menggunakan aplikasi peta dari Google, dan juga Virtual Ziarah.

Fitur Virtual Ziarah dapat digunakan pengguna untuk berziarah atau mengunjungi lokasi wisata islam secara online dengan dua pilihan media, yang pertama media video dan audio slide yang memungkinkan pengguna mampu berziarah secara interaktif.

Meski aplikasi tersebut baru mencangkup sebagian besar wilayah Jawa Barat dan Banten, Alex dan tim tetap bekerja ekstra dan kilat dalam memajukan aplikasinya untuk dapat mencangkup daerah-daerah lain di Indonesia. Saat ini, aplikasi buatannya merupakan salah satu program kreativitas yang telah terdanai Kemenristek Dikti, finalis ajang Smart City For Smart Apps BlackBerry ITB 2015, dan juga dipamerkan dalam PIMNAS 2016 di IPB.

“Meski masih banyak bug dan error, tapi kita tengah bekerja lebih cepat untuk segera melakukan kelengkapan dan penyempurnaan sistem serta informasi dalam enam bulan kedepan,” ujar Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika, Universitas Esa Unggul seperti dilansir laman Republika.co.id, Jumat (02/09/2019). (*/REO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.