Rotary Club Jakarta Metropolitan Peduli Tangani Penderita TBC

0
679

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menyedihkan memang. Penyakit menular TBC masih merasuki warga Jakarta. Terbukti di kampong betawi Pertukangan Utara, Joglo, Jakarta Selatan, ditemukan puluhan penderita TBC, yang terus menulari keluarga bahkan warga sekitar. Umumnya, mereka enggan berobat sebab dianggap aib, malu, bahkan tak punya biaya untuk berobat.

Kondisi itu, menggerakkan kepedulian Rotary Club Jakarta Metropolitan turun tangan dengan menggelar Medical Fair, atau lebih akrab dengan sebutan “Project 1000”, pada tanggal 14-15 November 2015 di kampong betawi Pertukangan Utara.

“Kami terkejut hasil survey bahwa TBC masih dianggap sebagai hal aib, terutama oleh kalangan masyarakat di kampung ini. Kami tergerak mengangkat topik stigma sosial ini dengan harapan membantu program kesehatan dari pemerintah untuk mencapai sasaran yang tepat,” papar President Club, Teezar Firmansyah, Minggu kemarin.

Teezar menjelaskan, artiket Wall Street Journal 30 Oktober 2015 menyebutkan WHO menemukan TBC membunuh 1,5 juta manusia tahun 2014, menjadikan TBC sebagai penyebab kematian yang lebih banyak daripada HIV/AIDS (1,2 juta kematian). “Penemuan ini tidak mengagetkan karena lebih banyak dana yang disalurkan untuk pengobatan HIV/AIDS daripada TBC di dekade terakhir ini.” katanya.

Indonesia merupakan negara yang terkena penyakit Tuberculosis nomor 4 di Dunia dengan jumlah penduduk 210 Juta pada tahun 2004. WHO memperkirakan di Indonesia setiap tahunnya terjadi 563.000 kasus untuk semua jenis TBC dan 282.000 kasus baru.

Sejak 1995 pemerintah telah melakukan pemberantasan penyakit TBC dengan melaksanakan strategi yang direkomendasikan WHO, dengan harapan dapat memberikan angka penemuan dan kesembuhan yang tinggi untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit TBC. “Prakteknya, pasien dengan penyakit TBC seringkali tidak terobati dikarenakan sedikitnya pengetahuan mengenai penyakit tersebut, rasa malu, dianggap aib dan segan berobat akibat tak punya dana. Ini sungguh menyedihkan,” lontarnya.

Dijelaskan, kegiatan Medical Fair dengan total estimasi dana Rp. 300 juta lebih, Rotary Club Jakarta Metropolitan juga mengundang beberapa korporasi swasta untuk berperan serta, di antaranya Thiess Contractors Indonesia and Leighton Contractors Indonesia, Global Alliance, RS Hermina, Rumah Edukasi, PT Johnson & Johnson Indonesia, PT Nira Mas, Yayasan Soedarpo, dan Danone.

Dengan kerjasama ini, setiap penduduk yang sudah didata mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan standard dengan penekanan di pemeriksaan TBC. Selain itu, penduduk juga mendapatkan edukasi tentang TBC, perawatan bayi, cara-cara hidup sehat dan menjaga kebersihan. Mobile Clinic dari Rotary Club Jakarta Metropolitan juga memberikan pemeriksaan USG untuk 20 ibu hamil. Tidak ketinggalan, permainan kreativitas juga disediakan oleh Rumah Edukasi untuk anak-anak yang menemani keluarganya.

Untuk mencapai sasaran, Medical Fair ini didesign sebagai suatu kegiatan masyarakat dimana masyarakat kampung setempat juga diikutsertakan dengan menampilkan kebudayaan betawi, seperti kesenian Marawis dari Madrasah setempat dan bazaar makanan betawi asli. Dengan dukungan dari aparat pemerintah setempat, RT/RW dan lurah, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi percontohan untuk pemberantasan TBC di Indonesia.

“Rotary terbuka untuk siapa pun tanpa memandang ras, agama, ataupun jenis kelamin. Selain itu, slogan Rotary sendiri adalah Service Above Self, yaitu memberikan bantuan tanpa pamrih, kami sangat antusias untuk memulai Project 1000 ini” ungkap Hidayat District Governor D3410 sambil menambahkan kini mencari pasien TBC baru lagi karena masih ada sisa anggaran yang belum tersalurkan dan rencana akan mensurvei Pademangan Jakarta Utara.

Sejalan dengan komitmen dan kepedulian Rotary Club Jakarta Metropolitan terhadap kesehatan umum serta lingkungan, Rotary Club Jakarta Metropolitan telah banyak menggelar kegiatan sosial seperti operasi bibir sumbing, khitan masal, mobile clinic untuk ibu dan anak. Selain program kesehatan dan kebersihan lingkungan saja, Rotary Club Jakarta Metropolitan juga memberikan perhatian di program pendidikan melalui pemberian beasiswa, pelatihan character building, taman baca, dan lain-lain.

Ketua “Project 1000” Wichard von Harrach menambahkan sesuai nama Project 1000, diperkirakan sekitar 1.000 masyarakat akan menerima bantuan layanan kesehatan tersebut. “Kami berharap melalui kegiatan ini, kami dapat membantu terciptakannya lingkungan yang sehat dan kondusif bagi masyarakat sekitar. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.