RKIH Fokus Pada Desa Wisata Di Perbatasan Dan Bentuk Jejaring Masawita

0
479

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengembangan ekonomi, pariwisata, pertanian terpadu serta pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia di desa dan daerah perbatasan merupakan program kegiatan Rumah Kreasi Indonesia Hebat ( RKIH) untuk menunjang program Nawa Cita Presiden Jokowi, kata Kris Budihardjo, Ketua RKIH, hari ini ( 11/8).

“ Sejak dua tahun lalu kami sudah mempersiapkan program yang menjadi agenda  Nawa Cita ke-3 Presiden Joko Widodo yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam negara kesatuan Indonesia” ujarnya.

Berbicara di sela-sela perayaan Ulang Tahun ke 3, RKIH di hotel Grand Cempaka, Kris Budiadjo mengatakan daerah perbatasan memiliki potensi menjadi desa-desa wisata juga oleh karena itu bekerjasama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), pihaknya tengah mempersiapkan desa wisata yang berbatas dengan Papua Nugini.

“ Dalam hal pariwisata, sejak tahun lalu kami juga telah membangun jaringan gerakan masyarakat sadar wisata nasional yang kami sebut Masawita. Para tokoh dan praktisi pariwisata, pemerhati pariwisata dan para ahlinya bersatu dalam komunitas ini,” jelas Kris.

Dia menambahkan bahwa  saat ini yang sudah dilakukan oleh RKIH dalam rangka membangun ekonomi di wilayah perbatasan adalah dengan membangun Rumah Desa yang mampu mengendalikan harga sayuran di pasar-pasar yang berbatas dengan Kuching, Serawak, Malaysia.

“ Malah untuk bawang merah, timun, kangkung,  para petani binaan Rumah Desa RKIH yang menguasai harga di pasar negri jiran itu. Penghasilan mereka bisa mencapai Rp 7-9 juta per bulan,”

Sedikitnya ada 67 desa binaan di perbatasan dimana tiap desa saling menunjang ada satu desa yang spesialis bikin pupuk, bikin bibit yang dipasok ke desa-desa lainnya sehingga di Rumah Desa tidak ada hari tanpa panen, pasti setiap hari panen sayuran.

Hal tersebut bisa terjadi karena kita atur sedemikian rupa agar setiap hari bisa panen. Terobosan /inovasi yang kami lakukan  sesuai amanat Nawa Cita ke-3 dan sejalan dengan RPJMN 2015-2019 serta telah tercantum dalam Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019,” tambahnya.

Kris Budihardjo mengungkapkan untuk pembangunan wilayah perbatasan dilakukan melalui 4 aspek. Aspek pertama yakni pembangunan pariwisata di wilayah-wilayah perbatasan, kedua meningkatkan iklim investasi daerah, ketiga yakni memberikan kesempatan kepada UKM untuk tumbuh berkembang, dan aspek terakhir yakni pembinaan sumber daya manusia.

Presiden Jokowi juga memiliki  cita-cita Trisakti  dari Bapak Bangsa Presiden Soekarno agar Indonesia berdikari secara ekonomi sehingga  Jokowi membuka sumber-sumber kekuatan permodalan untuk masyarakat berdikari secara ekonomi.

Langkahnya termasuk pada kelompok masyarakat hutan dan daerah perbatasan di antaranya yang diberikan secara gratis sertifikat penggunaan lahan untuk masa 35 tahun — yang mana sertifikat tersebut bisa diagunkan ke bank untuk menjadi modal usaha.

Selain itu juga mengoptimalkan ekonomi kreatif, agar bertumbuh pesat keragaman entitas bisnis. Pemerintahan Presiden Jokowi juga bergiat meningkatkan produksi komoditi dalam negeri sehingga volume impor menurun drastis, tandasnya.




 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here