Rizal Ramli: Puluhan Tahun Budget Pariwisata Tak Merata

0
1040
Danau Toba

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengakui selama puluhan tahun pembagian anggaran atau budget yang besar untuk destinasi, objek atau tempat wisata di Indonesia, tidak merata.

“Sehingga yang berkembang hanya Bali yang dikenal, lainnya tidak. Karena budget pariwisata itu tiap tahunnya dibagi ke 80 lokasi dan 200 lokasi tambahan. Sehingga uangnya menjadi kecil, hasilnya pun kecil,” papar Menko Rizal di Monas, Jakarta Pusat, Ahad (15/5/2016).

Karena itu, sambung RR – panggilan akrabnya, saat ini pemerintah fokus pada 10 tujuan utama, diluar Bali. Tujuannya agar anggaran itu cukup untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di daerah tujuan wisata.

Dari 10 daerah wisata adalah Danau Toba. “Danau Toba dipilih karena indah. Sekarang kotor, banyak kerambah. Matinya ikan berton-ton beberapa waktu lalu. Danau terbesar di Asia Tenggara sering dibicarakan karena akan dijadikan Monaco of Asia. Jadi Perlahan kita tata. Kami ingin Toba seperti Bali, dikenal dan dikunjungi turis dunia,” katanya.

Warga Danau Toba juga dinamis, optimistis. Pemerintah akan bangun infrastruktur penunjang di Danau Toba. Mulai pembangunan jalan tol penghubung dari Bandara Kuala Namu ke Danau Toba guna persingkat waktu tempuh dan pembangunan jalan lingkar di Pulau Samosir.

“Pemerintah juga akan mempermudah izin wisatawan datang ke Indonesia. Begitu juga dengan izin-izin kapal pesiar untuk bisa bersandar di wilayah Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan wisata Toba bertujuan mendorong perekonomian sekaligus mengurangi penduduk miskin. Titik berat wisata Toba yakni menjual keindahan panorama alam kawasan wisata (Lanscape Scenery), membuka untuk penelitian pada pelajar dan mahasiswa (Edu-tourism)

“Juga membuat program bagi wisatawan asing dan lokal yang tertarik dengan budaya (cultural Heritage). Ini bisa menyerap tenaga kerja, menekan inflasi dan kesenjangan pendapatan di kawasan pariwisata,” terangnya.

Menko juga mengungkap Danau Toba memiliki kekuatan magnet sejarah yang luar biasa dan jadi daya tarik wisatawan. “Sekitar 70.000 tahun lalu, terjadi ledakan volkano yang luar biasa besar lebih besar dari Gunung Krakatau dan Gunung Vesuvius di Pompeii, Italia,” lontarnya.

Saat ledakan volkano, mengakibatkan terbentuknya Danau Toba, dunia gelap selama berbulan-bulan serta terjadi perubahan iklim. “Akibat dunia gelap, suhu berubah dan terjadi apa yang sekarang dikatakan perubahan iklim,” kata Rizal.

Perubahan iklim yang dahsyat, membuat benua-benua yang disatukan es itu mencair serta flora dan fauna mengalami transformasi. “Kalau sejarah itu dikemas dengan wisata, maka akan banyak orang yang akan datang ke Danau Toba,” cetus dia.

“Pemerintah juga akan mempermudah izin wisatawan datang ke Indonesia. Begitu juga dengan izin-izin kapal pesiar untuk bisa bersandar di wilayah Indonesia,” jelasnya.

Kawasan Toba meliputi Danau Toba, Parapat, Pulau Samosir, Tomok, Tuk-Tuk, Ambarita, Simanindo, dan Pangururan. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.