Rizal Ramli: Danau Toba Dibikin Monaco-nya Asia

0
1379

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pariwisata menjadi perhatian serius bagi pemerintahan Jokowi. Guna meningkatkan ekonomi dari sektor pariwisata dalam lima tahun mendatang, kawasan destinasi wisata Danau Toba bakal dibenahi dan akan dikembangkan seperti Monaco, negara Eropa yang cantik di pinggir pantai Eropa. Diperkirakan kebutuhan dana untuk pengembangan Danau Toba mencapai USD 500 juta.

“Danu Toba akan kita jadikan Monacco-nya Asia. Tapi pengelolaan pariwisatanya tidak bisa diserahkan ke Bupati/Gubernur, karena tidak akan fokus,” papar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dalam rapat Badan Anggaran DPR RI, di Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Pemerintah, sambung mantan Menko Perekonomian di Era Presiden Abdulrahman Wahid atau Gus Dur, akan membuat Badan Otoritas yakni Otoritas Pariwisata Danau Toba, yakni sebuah badan yang khusus mengurusi pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. Badan serupa juga telah terbentuk di kawasan pariwisata Nusa Dua, Bali. “Harus ada Toba Tourism Authority. Jadi ambil keputusan itu tak perlu lagi konsultasi dengan pemda atau dirjen,” jelasnya.

Langkah pertama, kata dia, pemerintah akan membersihkan Danau Toba, selanjutnya akan menanamkan sekaligus mengundang investasi untuk membangun infrastruktur seperti jalan, listrik, air bersih, serta internet.

“Akan dibuka 10 tender hotel, 4 Nasional, 2 BUMN, dan 4 asing. Model pengembangan kawasan ini seperti di Hongkong dan Singapura. Juga dikembangkan kawasan real estate di Danau Toba, dan kita ingin di Danau Toba ada airport (bandara). Jadi orang tidak harus repot-repot ke Medan, dengan infrastruktur ini akan terintegrasi dengan baik,” ungkapnya.

Selain bandara, juga akan membangun jalan, menyediakan air bersih dan menyiapkan jaringan internet yang bagus. “Lokasi wisata, tidak akan ramai didatangi turis mancanegara jika infrastruktur pendukungnya minim,” tambahnya.

Ditambahkan, Pemerintah juga akan mengelola manajemen usaha kecil, terutama untuk kerajinan tangan juga kuliner di kawasan Danau Toba. “Jadi jangan biarkan kompetisi bebas. Kita tidak dapat apa-apa dan kita tidak menjadi penonton namun sebagai pelaku bisnis di kawasan wisata ini. Kita akan kelola dengan baik,” lontar Rizal.

Selain pengembangan kawasan Danau Toba, ada empat lokasi lain yang akan digarap yakni Lombok, Flores, DKI Jakarta, dan Kepulauan Seribu. Dalam RUU APBN 2016, Kementerian Pariwisata diusulkan mendapat alokasi pagu anggaran sebesar Rp 5,643 triliun.

Dana sebesar itu, sebagai langkah strategis agar bisa merebut jumlah 20 juta wisatawan atau meningkat dua kali lipat dalam lima tahun. “Jadi salah satu strategi yang akan dilakukan yakni dengan membangun infrastruktur di lokasi wisata yang membuat wisatawan aman, nyaman dan menyenangkan ke destinasi yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Menurutnya, membangun sektor pariwisata sangat penting. Jika pariwisata Indonesia meningkat, akan menimbulkan efek positif pada sektor lain, mulai dari meningkatnya jumlah penerbangan sampai menumbuhkan industri kreatif di masyarakat.

Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba menyambut gembira rencana dibuatnya Toba Tourism Board dalam rangka menggenjot potensi kunjungan wisatawan.
“Apalagi Danau Toba diharapkan mendapat pengakuan UNESCO sebagai geo park. Potensi wisata memang harus dikelola secara terencana,” ujarnya.

Purba mengakui, pengelolaan pariwisata yang profesional, secara tidak langsung menggenjot potensi ekonomi kreatif di kawasan yang bersangkutan. “Budaya daerah merupakan daya tarik yang luar biasa,” tegasnya sambil menambahkan DPD RI akan merespons cepat usulan itu dengan menggelar pertemuan dengan pemerintah. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.