Ridwan: Batas Akhir Keluarnya Perpres Badan Otorita Danau Toba 31 Maret 2016

0
1560
Kapal reguler membawa penumpang masyarakat maupun wisatawan, merapat di Tomohok, Pulau Samosir di tengah Danau Toba ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin MSc dari Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan draft Perpres pembentukan Badan Otorita Danau Toba dan saat ini sudah diajukan pada Presiden Jokowi dan batas waktunya 31 Maret sudah selesai dan ditandatangani oleh kepala negara.

Presiden Jokowi tegaskan bahwa rapat terbatas ( ratas) di Niagara Hotel awal Maret lalu adalah yang terakhir. Artinya semua instansi terkait termasuk 7 bupati di kawasan Danau Toba harus segera malakukan aksi percepatan sehingga draft otomatis tidak ada pembahasan lagi.

“Ratas lalu Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa tidak ada rapat-rapat kordinasi lagi dengan beliau karena setelah pertemuan di Hotel Niagara, di Parapat, Selasa (1/3) , semua pihak terkait sudah paham siapa melakukan apa tinggal eksekusi pekerjaan masing-masing, ungkap Ridwan.

Selain menyelesaikan draft pembentukan Badan Otorita Danau Toba,  pihaknya melakukan kordinasi tekhnis dengan tiga prioritas utama yaitu pembuatan masterplan bandara Sibisa yang dekat dengan Parapat sehingga wisatawan dari dalam dan luar negri bisa mengakses kawasan Danau Toba dengan mudah dari pintu gerbang Sumatra Utara yaitu bandara Kualanamu.

Danau Toba menjadi destinasi prioritas disamping 9 destinasi wisata unggulan lainnya untuk menjaring kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara dan diproyeksikan menjadi Monaco of Asia untuk meningkatkan kunjungan 20 juta wisman pada 2019.

“Prioritas ke tiga yang harus diselesaikan adalah kajian masterplan pengembangan bandara Sibisa oleh Kemenhub yang harus selesai tahun ini dan pelaksanaan pembangunan awal 2017. Begitu juga untuk jembatan dan kanal yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Pulau Samosir ditengah Danau Toba, design enginering harus rampung dan konsruksi mulai tahun depan termasuk perbaikan pelabuhan penyebrangan,” jelasnya hari ini.

Keberadaan jembatan, kanal dan pelabuhan penyebrangan sangat dibutuhkan agar setiap saat masyarakat dapat ke Pulau Samosir dan akan mendongkrak perekonomian masyarakat karena tersambungnya aksesibilitas langsung antara kedua pulau seperti antara Pulau Jawa dan Madura yang dihubungkan olehq jembatan Suramadu.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Ridwan Djamaluddin MSc.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Ridwan Djamaluddin MSc.

“Komenko Maritim juga membentuk tim kerja yang mewakili 7 kabupaten dan Kementrian yang terkait sehingga sejak awal semua unsur sudah terwakili dan siap mengerjakan program percepatan pembangunan,” kata Ridwan Djamaluddin.

Sebagai gambaran, untuk proyek infrastruktur dari dan ke Danau Toba pemerintah telah membuat program utama kawasan strategis Danau Toba untuk 2016 yaitu pelebaran jalan lingkar Samosir rute Pangururan-Ambarita-Lagundi- Onan Runggu dan rute kedua adalah Tele-Pangururan-Nainggolan-Onan Runggu.

Preservasi dan pelebaran jalan juga dilakukan untuk Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Parapat yang merupakan lingkar luar Parapat. Disamping itu juga ada proyek penyediaan perumahan berkarakter lokal dalam mendukung pariwisata.

Proyek lainnya di tahun 2016 ini untuk menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia seperti yang diungkapkan Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli adalah pembangunan Bendungan dan jaringan Sidilanitano seluas 2420 ha di Tapanuli Utara dan peningkatan Embung Aek Natonang di Kabupaten Samosir.

Pembangunan lainnya adalah infrastruktur kawasan pemukiman, pedesaan di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Pembangunan Sanimas Kab Dairi, Kab Simalungun dan Humbang Hasundutan.

Setelah itu pembangunan TPS 3R (penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dalam Penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga berbasis masyarakat di Kab. Dairi, Kab. Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kab Samosir dan Kab. Humbang Hasundutan.

“Nantinya ada jembatan langsung ke Pulau Samosir sehingga setiap saat arus lalu lintas barang maupun manusia dapat berjalan lancar. Juga akan ada akses jalan lingkar  Pulau Samosir di tengah Danau Toba itu sehingga wisatawan dapat  mengelilingi Pulau Samosir dengan nyaman,” tandas Ridwan Djamaluddin. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.