RI-Tiongkok bahas bebas visa dan dua paket wisata sejarah

0
1276
Menteri Pariwisata, Arief Yahya serius mendengarkan penjelasan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng bahas paket wisata sejarah pelayaran Laksamana Cheng Ho dan soal bebas visa bagi wisatawan dari dan ke dua negara.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya mentargetkan dua juta wisatawan Tiongkok berkunjung ke Indonesia pada 2015 dengan menambah sedikitnya dua jenis paket wisata sejarah yaitu paket menelusuri jejak Laksamana Cheng Ho dari Pulau Sumatra ke Jawa dan napak tilas kehadiran Menlu Cho En Lai ke Konfrensi Asia Afrika, Bandung pada 1955.

“Setiap tahun 100 juta wisatawan Tiongkok berwisata ke mancanegara, sekitar 2 juta orang ke Singapura, 2,5 juta ke Malaysia dan yang datang ke Indonesia kurang dari satu persen alias kurang dari satu juta orang. Karena itu tahun depan kita genjot jadi 2 juta yang berkunjung ke Indonesia, “ kata Menteri Pariwisata Arief Yahya usai bertemu dengan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pengeluaran wisatawan Tiongkok ke Indonesia rata-rata mencapai US$1000 atau sekitar Rp 12 juta per orang/ per kunjungan sehingga jika Indonesia bisa menjaring 2 juta orang wisatawan Tiongkok jumlah devisa yang diperoleh dari negara ini sudah mencapai Rp 240 triliun.

Rute paket wisata napak tilas pelayaran Cheng Ho akan dimulai dari Tiongkok, lalu menuju Pulau Sumatera sampai ke Pulau Jawa sebelum kembali ke Tiongkok. Penumpangnya selain dari Tiongkok juga bisa wisatawan lokal karena kapal pesiar umumnya bisa mencapai 1000-2000 orang, tambah Arief Yahya.

Pelayaran napak tilas ini akan melewati beberapa kota di Indonesia a.l Batam, Palembang, Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dubes Tiongkok Xie Feng menyambut baik untuk kerjasama kedua negara Indonesia dan Tiongkok untuk mengembangkan wisata sejarah karena pada tahun 1465 Cheng Ho pernah ke Indonesia dengan menyebarkan agama Islam . Bahkan Istri-istri Walisongo juga ada yang keturunan dari Tiongkok dan melahirkan pula percampuran budaya yang unik, budaya peranakan.

Menyinggung waktu pelaksanaan paket pelayaran jejak Cheng Ho ini, Dubes Tiongkok juga sepakat agar lebih cepat lebih baik. Di harapkan awal tahun depan sudah bisa dijual karena untuk kapal di Tiongkok tidak masalah.

“Malah saya dengar antara Beijing, Shanghai, Macau dan Hongkong nantinya bisa dihubungkan dengan jalan darat. Jadi ke depan akan banyak kapal-kapal pesiar Tiongkok yang bisa dialihkan untuk mengembangkan jalur Cheng Ho karena mereka sudah punya jalan darat yang menghubungkan kota-kota besarnya,” kata Arief meyakinkan.

Hal yang harus segera dilakukan menyusul kesepatan ini adalah  merevitalisasi Kelenteng Sam Po Kong di Semarang, Jawa Tengah dan kalau di Jakarta sudah ada Taman Budaya Tionghoa-Indonesia yang diresmikan Presiden Soeharto tahun 2006, kata Menpar.

Menyinggung paket napak tilas Menlu Tiongkok Chou En Lai di Konfrensi Asia Africa, Bandung tahun 1955, maka pengelola Gedung Asia Afrika Bandung harus berbenah diri dan industri wisata setempat lebih dipersiapkan menerima kunjungan wisatawan Tiongkok.

Sedikitnya 29 negara menghadiri Konferensi Asia Afrika di Bandung tersebut antara lainAfganistan, Yordania, Saudi Arabia, Burma, Kamboja, Srilanka, Jepang, Laos, Sudan, Ethiopia, Libanon,  Suriah, Filipina, Liberia, Turki, Ghana, Libya, Vietnam Selatan, India, Thailand, Vietnam Utara, Indonesia, Mesir, Yaman, Irak, Nepal, Pakistan, Iran, dan Tiongkok (RRC). Konferensi yang dihadiri Perdana Menteri Tiongkok Chou En Lai pada pada 18-24 April 1955 itu  menjadi pendorong yang kuat bagi kemerdekaan negara-negara Asia dan Afrika.

Arief Yahya mengatakan untuk tahap pertama kedua negara sepakat untuk memeberlakukan bebas visa bagi wisatawan Tiongkok ke Indonesia dan sebaliknya. “Kita sepakat pembebasan visa dan jangan sampai membuat ribet wisatawan yang akan ke Indonesia. Permudah saja, dan tingkatkan pelayanan sehingga mereka merasa puas,” ujar Menpar

Pihaknya berharap pelaksanaan bebas visa ini juga bisa segera dilakukan sebelum pergantian tahun 2014 atau mengawali tahun baru sehingga perlu kesiapan lintas sektoral terutama pihak Imigrasi. Tahun depan Turis dari Tiongkok, Rusia, Australia, Jepang dan Korsel akan bebas visa untuk liburan ke Indonesia. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.