RI-Maladewa Bahas Kerja Sama Pariwisata

0
723
Pariwisata Maladewa

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Maladewa, Mohamed Asim di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (211/06/2017). Kunjungan yang kesekian kalinya itu fokus membahas mengenai hubungan pariwisata juga perdagangan kedua negara.

“Kerja sama yang potensial dan dapat dikembangkan kedua negara, pertama pariwisata. Maldives sangat terkenal dengan pariwisata dan Indonesia memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Kita sepakat untuk melanjutkan kerja sama pariwisata termasuk sharing experience di bidang promosi,” tutur Retno.

Indonesia juga membicarakan perlindungan warga negaranya yang bekerja di Maladewa. Tercatat sekitar 1.400 WNi bekerja dalam bidang terkait pariwisata.

“Kita juga bicara mengenai connectivity. Ada upaya pembangunan yang dilakukan Maldives untuk menghubungkan satu pulau ke pulau lain di mana Indonesia memiliki kapasitas produk dari PT Dirgantara Indonesia (DI), PT PAL, kapal, dan aircraft,” jelasnya.

Selain itu, menawarkan produk-produk buatan Indonesia. “Kali ini menteri luar negeri Maldives juga akan mengunjungi PT DI untuk melihat kemungkinan kita dapat melakukan kerja sama di dalam penyediaan moda transportasi yang diperlukan oleh Maldives,” jelas Retno.

Di bidang perdagangan, meskipun volumenya relatif kecil, tren menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada 2016 peningkatan volume perdagangan hingga US$39,08 juta ketimbang 2015 yang hanya US$32,2 juta dan dalam lima tahun terakhir pertumbuhan rata-rata sampai 12,21%.

Maladewa yang hanya berpenduduk lebih dari 400 ribu jiwa dan salah satu tujuan wisata dunia menjadi tempat berkembangnya industri, terutama perhotelan. Industri yang berkembang itu sebagian besar akan memakai furniture dari Indonesia.

Komoditas lain yang diekspor ke Maladewa adalah bahan konstruksi, perlengkapan olahraga, parfum, pecah belah, produk makanan, dan barang kerajinan. Sementara itu, komoditas impor ke Indonesia adalah ikan dan olahan ikan.

Kerja sama lain yang akan dikembangkan adalah bidang perikanan dan maritim. Setelah pertemuan dengan menteri luar negeri Indonesia, Mohamed akan bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk membahasnya.

Kerja sama teknis juga dilakukan antardua negara. “Indonesia sudah memberi technical cooperation di beberapa bidang misalnya, disaster management, fisheries, demokrasi, good governance, dan pertelevisian. Jika ada bidang-bidang lain yang diperlukan maka kami akan siap untuk melakukan technical cooperation,” tegas Retno.

RI-Maladewa juga membahas persoalan perubahan iklim mengingat Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan Maladewa 1.200 pulau. Sebagai negara kepulauan, keduanya dan negara-negara kepulauan kecil lain akan merasakan dampak langsung dari perubahan iklim.

“Oleh karena itu, tadi bicara untuk komitmen kita berdua dalam konteks Paris Agreement dalam konteks kerjasama atasi climate change,” imbuh Retno.

Kunjungan antara RI dan Maladewa sebelumnya dilakukan di Bali Democracy Forum. Maladewa dianggap aktif dalam pertemuan Bali Democracy Forum dengan menghadiri tujuh pertemuan dari sembilan BDF yang akan dilanjutkan dengan berpartisipasi dalam BDF tahun ini. (*/MIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.