Revitalisasi: Sinkronisasi Tren dan “Asset Digital”

0
23

BALI, bisniswisata.co.id: Hampir setahun dalam kondisi pandemi dengan segala macam pembatasan, menumbuhkan banyak kebiasaan anyar bagi warga dunia. Salah satunya makin kencangnya perkembangan digitalisasi disemua sektor kehidupan. Dan belanja online sudah menjadi kebiasaan, baik itu untuk kebutuhan personal mau pun perusahaan.

Sejumlah pebisnis melihat, penggiat dan pengguna e-commerce, mengalami kenaikan di tahun 2020. Pemerintah pun, menggelontorkan beragam program pelatihan sebagai upaya menjaga pebisnis kecil, menegah mau pun masyarakat agar tetap berkarya di masa pandemi. Sukses itu menurut para pebisnis di masa pandemi adalah kemampuan adaptasi, inovasi dan terbuka untuk berkolaborasi.

Adalah Jeffrey Wibisono V, praktisi branding dari DIGIMAKz, melihat tahun 2021 sebagai momen tepat untuk memulai dan memperkencang bisnis digital. Penggiat digital, perlu melanjutkan proses, menemukan cara untuk menghidupkan atau menggiatkan kembali berbagai program yang tertunda. Revitalisasi asset- asset digital menjadi daya dukung meraup pasar.

Kelas Skill-up Digital Marketer bersama Digimakz Bali di seri #6 fokus mendalami tuntutan percepatan menghidupkan dan mengembangkan bisnis secara digital di tahun ini.

Caranya?

Kita, praktisi dan pemilik bisnis secara umum sudah menggunakan beragam saluran distribusi untuk berinteraksi dengan pelanggan dan calon pelanggan. Dalam hal ini tentunya kita dituntut untuk melakukan strategi yang konsisten relevan terkoordinasi. Dengan tujuan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan menggunakan saluran yang tepat bagi mereka, jelas Jeffrey Wibisono V.

Bersama digital maker Suzana Widiastuti, peserta workshop akan dipandu memaksimalkan integrasi dan sinkronisasi menggunakan aset digital yang telah dimiliki.

Sebagai penggiat e-commerce, tentu tidak asing dengan Omnichannel Marketing, atau tidak sadar telah hidup berdampingan dengan prinsip marketing tersebut. Bahkan sudah mengikuti trennya.

Menurut Suzana, yang diperlukan adalah cara-cara mendekati pelanggan dengan mengintegrasikan setiap channel yang digunakan pelanggan. Berfokus mempelajari kebiasaan pelangggan. Kemudian memenuhi kebutuhan mereka untuk berinteraksi dengan pilihan cara yang nyaman dan produktif.

“Mencapai itu, kita harus menyiapkan segala aset digital kita – baik itu own media, paid media mau pun social media. Termasuk di dalam asset digital tersebut antara lain website, landing page, konten dan channel lainnya yang terhubung dengan internet dan menghasilkan data,” imbuh Jeffry.

Undangan terbuka bagi masyarakat umum untuk mengikuti seri workshop Mentorship Skill-up Digital Marketer. Seperti diketahuiDIGIMAKz mempersembahkan seri workshop Mentorship Skill-up Digital Marketer yang dibagi dalam enam seri sejak November 2020. Workshops dengan bimbingan teori dan praktek.

Workshop yang tak hanya memperkaya “bekal” pengetahuan bisnis era digital, juga menyediakan pendampingan agar peserta tidak tergagap sendirian dalam mempraktekkan pengetahuan digital marketing yang telah dipelajari.

Kegiatan mengisi akhir pekan pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021 dari pk. 9 pagi sampai pk 2 siang. Usai workshop Skill-up Digital Marketer seri #6 , peserta mampu membentuk Omnichannel bagi bisnis masing-masing, sesuai target sinkronisasi yang dilakukan.

Workshop termasuk rehat makan siang bertempat di Fame Hotel Sunset Road Kuta, Bali dengan investasi sebesar Rp. 250K per orang. Untuk mendaftar silakan masuk ke tautan WA ini https://wa.me/6281388808076. Sedangkan Informasi lebih lanjut  seri Menjadi Digital Marketer https://digimakz.com/digimakz-workshop-series/ Sampai jumpa di Kelas Skill-up Digital Marketer – Mentorship Workshop kami, DIGIMAKz!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.