Retaj Qatar Tertarik Bangun Hotel Islami di Lombok

0
416
Retaj Hotel di Turki

DOHA, Bisniswisata.co.id: Retaj Group, perusahaan swasta bergerak sektor properti dan perhotelan di Qatar tertarik membangun hotel syariah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hotel yang dibangun berdasarkan ajaran Islam, yakni melarang minuman beralkohol dan merokok ada di hotel. Retaj Group mengklaim selama ini hotelnya sebagai hotel islami.

Hal itu terungkap ketika Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto melakukan pertemuan dengan Vice Chairman dan Managing Director Retaj Group Mohammed bin Johar Said Al Mohammed beserta anggota Retaj Group Management.

Menurut Minister Counsellor KBRI Doha Boy Dharmawan kepada Antara London, Sabtu (25/3/2017), dalam pertemuan Johar Al Mohammed menyampaikan rencana Retaj Group melakukan investasi di Indonesia, khususnya yang berkaitan hotel dan jasa perhotelan.

Terkait dengan investasi tersebut, Johar meminta bantuan dan saran dari DPR dalam rangka ekspansi investasi di Indonesia. Dalam paparannya, Johar menyampaikan Retaj Group mengoperasikan sepuluh hotel di Qatar, Turki, Komoros, dan Arab Saudi.

Perusahaan dibangun di Doha pada tahun 2004 mengoperasikan hotel berdasarkan ajaran Islam, yakni melarang minuman beralkohol dan merokok di hotel. Retaj Group mengklaim hotelnya sebagai hotel islami.

Agus Hermanto menyambut baik rencana investasi Retaj Group. Disampaikan pula mengenai potensi ekonomi Indonesia yang menduduki peringkat ke-16 di dunia. “Melihat potensi Indonesia dengan 250 juta jiwa penduduk dan pesatnya peningkatan jumlah kelas menengah juga bagian dari pasar bagi 600 juta yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN,” kata Agus.

Selain itu, lanjut Agus, kebijakan pemerintah memberlakukan pelayanan izin satu pintu dan menjamin adanya kepastian hukum dan kesiapan infrastruktur guna memudahkan investasi asing masuk ke Indonesia.

Dubes RI di Qatar Muhammad Basri Sidehabi juga menyambut baik upaya investasi Retaj Group, khususnya menjelang rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia akhir tahun 2017. Qatar juga aktif investasi berbagai sektor, antara lain, telekomunikasi, bank, pertambangan, dan pembangkit listrik.

BUMN Qatar, Nebras Power, membeli saham PT Paiton Energy senilai 1,3 miliar dolar AS akhir Desember 2016. Bahkan, Nebras Power juga akan membangun pembangkit listrik di Belawan, Sumatra Utara, senilai senilai 750 juta dolar AS.

Dubes Basri menyampaikan prediksi Global Konsultasi McKinsey, ekonomi Indonesia akan meningkat hingga 1,8 triliun dolar AS pada tahun 2030. Anggota DPR RI Muklisin menyampaikan agar Indonesia memanfaatkan potensi Qatar. “Sebagai negara kaya, potensi Qatar harus dimaksimalkan untuk investasi,” kata politikus asal PPP itu.

Chief Executive Officer Retaj Hassan Ahdab mengatakan potensi sepuluh Hotel Retaj sangat menguntungkan. Dan Lombok Indonesia bakal menjadi sasaran investasi hotel yang kesebelas.

Menurut Minister Counsellor KBRI Doha Boy Dharmawan, dipilihnya Lombok karena dianggap memiliki potensi wisata sangat bagus. Lombok juga menerapkan destinasi wisata halal sehingga dibangunnya Hotel oleh Retaj Group sangat tepat, mengingat sesuai dengan managemen hotel di Qatar ini.

“Keberadaan Retaj Group akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Qatar maupun negara Timur Tengah lainnya ke destinasi wisata Lombok. Apalagi, management Retaj Group Qatar memiliki link yang menyebar luas ke bebarapa negara Islam,” tambahnya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.