Restoran Pingoo, Santap Sea Food sambil Lihat Penguin

0
1090
Peguin di Resto Pinggo (foto: Coconuts Media)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menyantap makanan sambil menyaksikan tingkah polah aksi penguin, itulah konsep yang ditawarkan Restoran Pingoo di mal Neo Soho, Jakarta Barat.

Begitu masuk ke dalam restoran, akuarium besar berisi enam ekor penguin langsung menyambut pengunjung. Penguin ini adalah generasi ketiga dari penguin Humboldt yang dikembangbiakkan di Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor.

Penguin Humboldt adalah unggas sub-tropis yang tersebar di Chile dah Peru. Unggas berukuran 56-70 sentimeter ini memiliki berat antara 3,6 hingga 5,9 kilogram.

Penguin Humboldt hidup pada suhu 18 – 25 derajat Celcius dan biasa mengonsumsi ikan selar, ikan layang dan anchovies atau sejenis teri asin sebanyak 0,6 kilogram per hari.

Dibedakan dengan gelang berwarna, pengui-pengun itu bolak-balik berenang, terjun menceburkan diri, hingga melompat-lompat.

Para pengunjung asyik mengamati tingkah laku menggemaskan mereka sembari mengabadikan dalam kamera atau telepon genggam masing-masing.

Nuansa putih dan biru muda dengan hiasan bernuansa laut mewarnai seisi restoran. Sesuai dengan tema restoran, seafood jadi bahan utama makanan di Pingoo. Menu yang tersedia meliputi salad, kaserol, pasta, fish and chips hingga steak.

Sebelumnya, konsep yang diusung restoran Pingoo menuai protes dari aktivis pencinta hewan. Humas Jakarta Aquarium Leo Loemanto menilai penguin di restoran Pingoo adalah bagian dari Jakarta Aquarium, lembaga konservasi Ex-Situ yang melakukan aktivitas konservasi di luar habitat alami.

“Bukan dari alam liar. Semua penguin ini sudah menetas dan hidup dalam lingkungan yang ditangani manusia,” kata Leo Loemanto seperti dilansir laman Antara, Sabtu (21/01/2017).

Jakarta Aquarium adalah lembaga konservasi yang merupakan bagian dari Taman Safari Indonesia dan bekerjasama dengan Aquaria KLCC. “Jakarta Aquarium sudah memenuhi standar dari International Association of Zoos and Aquariums dari AS,” imbuh Leo.
Keberadaan restoran ini, menuai protes dari Melanie Subono, pecinta binatang dan aktivis lingkungan hidup. Melanie mengecam tindakan restoran lantaran penguin tak layak hidup di dalam kolam buatan. Dan habitat penguin ada di kutub, bukan restoran.

“Kayak kita saja kalau ke kutub, biasa hidup di Indonesia sekarang menetab di kutup. Hidup sih, tapi apa itu lingkungan kita? Bukan kan?,” komentarnya.

Menurut putri promotor Adri Subono itu, apapun alasanya, apa yang dilakukan restoran sangatlah salah. Meskipun mereka mengatakan kolam buatan untuk penguin tersebut sudah standar internasional. “Ya penguin tempatnya enggak di sini ya, di sana (kutub). Yang tadi gue bilang mereka bisa tetap hidup, tapi mereka enggak nyaman karena bukan habitatnya,” jelas Melanie. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.