Restoran Bintang Michelin di Tokyo Tawarkan Menu Murah

0
486

TOKYO, test.test.bisniswisata.co.id: Ingin mencicipi masakan koki ternama, tentunya membutuhkan biaya ratusan hingga jutaan rupiah. Terlebih lagi jika makanan tersebut dimasak oleh koki di restoran yang telah mendapat bintang Michelin. Bagi yang berdomisili di Tokyo, agaknya mempunyai kesempatan mencicipi sajian kelas dunia yang eksklusif. Karena tak seperti biasanya, restoran pemegang dua bintang Michelin menawarkan menu seharga 500 Yen atau Rp64 ribu.

Restoran Sougo milik Daisuke Nomura itu pun menawarkan jasa antar. Makanan super lezat itu bakal diantar ke rumah pemesan melalui jasa UberEATS. Harga 500 yen itu merupakan harga promosi dari UberEATS yang akan berlaku selama bulan Oktober saja. Alasannya, Uber baru meluncurkan layanan UberEATS pada Kamis (29/9) dan bermitra dengan 150 restoran, termasuk Sougo.

Promo harga tersebut terangkum dalam sebuah kampanye bertajuk One Coin Campaign, di mana pengguna UberEATS dapat memilih menu makanan mulai dari 500 Yen, nominal terbesar versi koin dalam mata uang Jepang.

Dari restoran Sougo, mereka dapat memesan sepiring Shojin Gozen dengan enam hidangan tambahan, termasuk kacang hijau dengan saus wijen miso, tahu dengan paprika shishito, dan sayuran di atas beras dengan kaldu dashi.

Normalnya, hidangan tersebut dihargai lebih dari 2000 Yen (Rp256 ribu), dan 10 ribu Yen (Rp1,2 juta) untuk makan malam dengan ragam hidangan lain. “Kami bisa berharap bahwa makanan yang diantar ke konsumen akan sama bagusnya dengan makanan yang kami sajikan di restoran,” ujar Nomura saat menghadiri konferensi pers peluncuran layanan UberEATS, Senin (03/10/2016).

Dia menjelaskan, pihaknya ingin memberikan layanan yang baik kepada warga Jepang, seperti mereka melayani turis asing. “Saya ingin mengenalkan budaya kita kepada dunia,” ujarnya.

Dikutip dari Lonely Planet, Tokyo adalah kota ke-34 yang menyediakan layanan UberEATS. Masami Takahashi, Presiden Uber di Jepang, mengatakan, “kata favorit saya dalam bahasa Jepang adalah Kodawari. Sulit untuk menerjemahkannya, tapi kata itu memiliki arti beragam, mulai dari keterampilan, perhatian pada detail, dan minat.”

Menurut Takahashi, Nomura adalah salah satu contohnya. “Dia sangat bergairah. Selalu ada makna di balik perlakuannya, dan itu yang saya sukai dari budaya Jepang,” katanya. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.