Resorts World Manila Diserang, Bandara Filipina Ditutup

0
471
Bandara Manila

MANILA, Bisniswisata.co.id: Pasca-teror di Resorts World Manila, Filipina pada Kamis tengah malam waktu setempat, 1 Juni 2017, semua terminal di Bandara Internasional Ninoy Aquino ditutup. Demikian disampaikan Robert Echano dari bagian operasional lapangan udara.

Bandara tersebut berjarak sekitar satu mil dari Resorts World Manila. “Kemudian bandara kembali beroperasi normal, tetapi dalam kondisi siaga tinggi,” kata seorang pejabat bandara seperti dikutip dari CNN, Jumat (2/6/2017).

Di Kota Quezon, salah satu kota di Direktur Polisi Metro Manila, Guillermo Eleazar memerintahkan 12 kantor polisi di kota untuk mendirikan pos-pos pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan guna memaksimalkan pemantauan petugas. Semua unit patroli pun disiagakan, unit bermotor taktis Kota Quezon juga dikerahkan untuk mengamankan kota.

Eleazar juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri, untuk tak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Mereka juga diminta untuk lebih waspada.

Resorts World Manila (RMW), kawasan wisata dan hiburan yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara juga ditutup paksa setelah laporan adanya ledakan dan tembakan. Tim buru sergap atau SWAT yang dilengkapi senjata dan jaket antipeluru dikerahkan ke lokasi kejadian. Saksi mata mengatakan, kepulan asap terlihat dari lantai atas.

Sekitar pukul 04.00 waktu setempat, Chief Operating Officer resor, Stephen Reilly mengatakan, polisi menyisir gedung untuk mencari tersangka. Dikutip dari The Guardian, menurut polisi lokal, setelah terkepung, pelaku memilih menghabiskan nyawanya sendiri. “Menurut pengamatan kami, pelaku membakar diri. Dia bunuh diri,” kata salah seorang petugas, Oscar Albayalde, dalam sebuah wawancara radio.

Namun, Kepala Polisi Filipina, Jenderal Ronald Dela Rosa mengatakan, “Pelaku tewas oleh pasukan kami.” Pasca-insiden, kelompok pro ISIS di Filipina langsung mengklaim bertanggung jawab. Namun, polisi meragukan pernyataan tersebut. Kepala Kepolisian Filipina, Jenderal Ronald Dela Rosa mengatakan, sejauh ini belum ada bukti konkret bahwa itu adalah aksi terorisme.

“Masih terlalu dini untuk disimpulkan,” kata Dela Rosa, seperti dikutip dari media Filipina, Inquirer. Sejauh ini 30 orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut. (*/cnn)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.