RED Batik Solo Melenggang ke Macao

0
1455

SOLO, test.test.bisniswisata.co.id: RED Batik Solo mendapat kehormatan menjadi point of interest dalam parade Through Macao, Latin City di Kota Macau, Republik Rakyat Tiongkok, pada 11 hingga 15 Desember 2014. Parade kostum internasional tahunan ini diikuti 50 kelompok dari 19 negara, termasuk Solo Indonesia yang diberikan kesempatan tampil untuk memperagakan hasil busana yang unik, menarik dan penuh kreatifitas.

RED Batik Solo memang selalu menampilkan keunikan kostumnya yang menjadikan alam sebagai bahan dasar. Seperti biji-bijian, anyaman bambu, serta dedaunan. Sesuai tema colorful forest, dalam Macau parade kali ini Red Batik Solo akan mempromosikan kekayaan hutan di Indonesia yang memiliki beragam khazanah yang tidak dimiliki hutan-hutan lain di dunia.

Direktur Program Red Batik Solo, Heru Prasetya menjelaskan awalnya ketertarikan dari seorang kurator karnaval dari Macau saat menyaksikan Vastenburg Carnival beberapa waktu lalu. Saat itu, kurator bernama Hose Ku Leng Un merasa tertarik dengan kelompok RED Batik menggunakan kostum rancang busana dengan bahan alam.

“Beberapa bulan setelah Vastenburg Carnival, kami dihubungi kembali oleh pihak penyelenggara dari Parade Through Macao, Latin City melalui email, isinya berupa tawaran kepada kelompok kami untuk bisa tampil dalam karnaval mereka,” ungkapnya.

Dalam karnaval digelar di jalanan bersejarah Kota Macau itu, Red Batik tak menggunakan kostum baru, namun memakai kostum saat ajang Vastemburg Carnival. Hal itu dikarenakan permintaan pihak penyelenggara untuk menyajikan kostum bahan alam.

“Memang ada sedikit perbaikan dalam kostum ini, namun kostum ini merupakan kostum lama yang dipakai dalam Vastenburg Carnival,” kata Heru Prasetya seeprti diunduh laman Timlo.net, Rabu (3/12/2014).

Karnaval berskala internasional itu diadakan sebagai peringatan hari penyerahan kedaulatan Macau dari pemerintah Portugis ke pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Parade karnaval kostum berskala internasional diselenggarakan di jalanan Macau sejak 2011. Karnaval ini juga menjadi ajang pertemuan para seniman dan kelompok kreatif dari berbagai negara di dunia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.