Recovery Pariwisata Banten, MCC Rangkul PWI dan PHRI

0
133
Hotel dan objek wisata Pantai Tanjung Lesung, Banten, porak poranda Minggu (23/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan setidaknya 426 korban meninggal akibat bencana tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nz.

CILEGON, bisniswisata.co.id: Pasca tsunami Selat Sunda yang meluluhkan lantakan Pandeglang Banten pada akhir tahun 2018, kini mulai dilakukan recovery pariwisata Banten. Dengan sebuah harapan kunjungan wisatawan kembali normal dan industri pariwisata Banten tak ingin kondisi pariwisata semakin terpuruk akibat tak ada wisatawan datang.

Untuk itu, Media Crisis Center (MCC) merangkul Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten dan Masyarakat Pariwisata Banten menggelar silaturahmi terkait Recovery Pariwisata Banten. Acara digelar di Asa Japanese Restaurant Kota Cilegon, Rabu (30/01/2019).

“Guna menyikapi pasca dampak bencana Tsunami Selat Sunda terhadap pariwisata ini perlu ada kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam meringankan biaya bagi pengelola hotel dan restauran yang terdampak. Salah satunya yaitu pajak daerah diliburkan dahulu untuk membantu pengelola hotel,” harap Ketua BPD PHRI Pandeglang, Sukarjo dalam keterangan resminya, Kamis (31/01/2019).

Keringanan-keringanan ini, lanjut dia, perlu diberikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. “Jadi melalui media ini kami menagih janji kami dari pemerintah, karena kondisi hotel di kawasan Banten sepi tamu sehingga okupansi merosot tajam,” jelasnya.

Ashok Kumar, Ketua Harian PHRI BPD Banten mengakui dampak tsunami melanda pesisir Banten adalah merosotnya industri pariwisata Anyer, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang. “Dampak dari tsunami selat sunda sangat luar biasa untuk pariwisata. Pendapatan industri Pariwisata sangat merosot sekali,” tandasnya serius.

Dilanjutkan, pemulihan industri pariwisata atas dampak bencana harus didukung seluruh pihak, terutama oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. “Harapan kami adanya recovery dari seluruh pihak untuk memulihkan pariwisata di Banten ini. Kami juga meminta bantuannya kepada kawan media. Kami tidak mengeluh, kami akan action langsung untuk memulihkan Pariwisata di Banten ini,” katanya.

Kedepan, dengan menginventarisir masalah akibat dampak tsunami di pesisir Banten tersebut, Lanjut Ashok, pihak PHRI BPD Banten akan melakukan beberapa gagasan dengan menghadirkan wisata baru di daerah Anyer sampai Tanjung Lesung.

“Wilayah Pariwisata Anyer ini kedepannya akan kami jadikan smart tourism remodeling wisata buatan. Kami akan menghadirkan wisata buatan yang menarik wisatawan. Selain itu kami juga akan mengadakan beberapa event yaitu Media Fun Tour, Festival in Anyer dan terdekat, kami akan menggelar Lunar Festival,” ujar Ashok.

Ketua Umum Media Crisis Center (MCC) Pusat Firdaus menuturkan dengan adanya silaturahmi antara PWI Banten dengan PHRI Banten ini dapat melahirkan sinergi dan membantu recovery pemulihan Pariwisata Banten pasca bencana.

“Peran masyarakat pers ini sangat penting dalam membantu pemulihan pariwisata di Banten. Dengan sinergi ini, permasalahan yang ada dapat segera dicarikan solusinya. Terutama agar pemerintah pusat juga memberikan respon yang cepat terhadap pemulihan Pariwisata Banten,” ujar Sekretaris jenderal SMSI Pusat ini.

Kedepan melalui MCC yang merupakan gagasan dari SMSI dan PWI, Firdaus berkomitmen membantu berbagai pihak untuk bersama lakukan pemulihan pariwisata di Provinsi Banten. “MCC berkomitmen membantu pemulihan pariwisata di Banten, dengan mengajak masyarakat pers merubah pola pikir publik bahwa Daerah Tujuan Wisata di Anyer dan Banten dapat dikunjungi,” sambungnya.

Hadir dalam pertemuan ini, Sukarjo Ketua BPD PHRI Pandeglang, Siswanto GM Pisita Anyer, Abdul Ghafur GM Jayakarta Anyer, Tungki T. GM. Pondok Layung, Agus Jaenal BPD PHRI Kabupaten Serang, Agus S. Setiadi PHRI BPD Kota Serang, Firdaus dan pengurus PWI Banten, PWI Kabupaten Serang dan PWI Kota Cilegon.

Pertemuan ini juga dihadiri Firdaus, Ketua Media Crisis Centre (MCC) Nasional yang juga Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat. Sebelun acara dimulai, Firdaus di daulat GS Ashok Kumar dan Para pengurus PHRI untuk belajar membuat sajian Jepang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.