Ratusan Penumpang Kapal Laut Telantar Selama 4 Hari

0
659
Penumpang Kapal Laut

BALIKPAPAN, test.test.bisniswisata.co.id: Menyedihkan. Hari Raya Lebaran kurang sehari, tapi ratusan calon penumpang yang mudik Lebaran dengan angkutan laut masih telantar di Pelabuhan rakyat Kampung Baru Ulu menunggu kejelasan keberangkatan.

Mengingat, KM Satria Pratama milik PT Jembatan Nusantara yang mengangkut penumpang dari Balikpapan menuju Mamuju melebihi kapasitas angkut.

Selama 4 hari, para calon penumpang terkatung-katung di pelabuhan. Rencananya, kapal berangkat pada Senin(4/6/2016) namun hingga kini belum ada kepastian. Selain tidak ada kapal, juga tidak ada pengumuman resmi dari berbagai pihak terkait.

Memang ledakan calon penumpang menyebabkan penumpukan. Apalagi, sistem penjualan tiket langsung di loket dan ditutup secara otomatis saat kapal terisi penuh.

Untuk trayek Balikpapan-Mamuju hanya 1 unit armada yang beroperasi. Namun, selama Lebaran dikerahkan 2 unit yang melintasi rute tersebut dengan jadwal keberangkatan setiap hari. Ternyata, penambahan kapal tak mampu menampung gelombang pemudik yang menggunakan moda transportasi kapal laut.

Calon penumpang berebut memadati kapal. Sebagian penumpang di antaranya sudah memegang tiket keberangkatan, sebagian lagi tidak memegang tiket. Para calon penumpang ini khawatir tak terangkut pada hari raya Idul Fitri.

Ditambah lagi, Kantor KSOP Balikpapan tidak bersedia menerbitkan surat izin berlayar (SIB) kapal tersebut. Keruwuten di pelabuan rakyat Kampung Baru menambah masalah baru, yang tak mampu dipecahkan.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan Henry Todang mengatakan SIB tidak diterbitkan karena mengangkut penumpang melebihi kapasitas angkut kapal yang diperbolehkan. “Kapasitas Kapal 260 penumpang, termasuk nahkoda dan ABK. Tapi nyatanya kapal ini memuat 800 lebih penumpang,” ujarnya, seperti diunduh laman bisnis.com, Selasa (5/7/2016).

Berdasarkan instruksi Kementerian Perhubungan, lanjutnya, tidak ada toleransi terhadap kapasitas kapal yang over. Hal ini terkait dengan prioritas Pemerintah akan keselamatan pemudik. “Adanya peristiwa ini, KSOP akan melakukan evaluasi termasuk memanggil operator Kapal PT Jembatan Nusantara,” katanya.

Menurutnya, telantarnya penumpang ini karena operator kapal. Seyogyanya, calon penumpang yang tidak memiliki tiket tidak boleh naik di atas kapal.

Namun, operator dinilai tak tanggap dan tidak bisa mencegah sehingga calon penumpang yang tidak punya tiket bisa menerobos menaiki kapal. “Usai angkutan arus mudik dan balik Lebaran, akan menindak operator yang bersangkutan,” ucap Henry. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.