Ratu Denmark Tertarik Batik Sekar Jagad

0
1139
Batik Sekar Jagad pilihan Sang Ratu Denmark (Fotometrotvnews.com)

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KUNJUNGAN Ratu Denmark Margrethe II ke Indonesia, membawa berkah bagi pengusaha batik. Saat mengunjungi Balai Besar Kerajinan dan Batik di Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Sang Ratu tertarik Batik Sekar Jagad. Bahkan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memborong kain batik tradisional asli Yogyakarta.

Bukan hanya satu kain, Wanita berusia 75 tahun ini membeli puluhan kain batik tulis berbagai motif dari counter Sekar Jagad. Beberapa yang diincar adalah motif Anggrek dan Semen Romo.

“Ratu Denmark cukup tahu soal batik. Bahkan ia bisa membedakan mana batik yang memakai warna alami dan warna kimia,” tutur Indri Dwi Rinasari, penjaga Stan Sekar Jagat di Balai Besar Kerajinan dan Batik Kusumanegara, di Yogyakarta, Sabtu (24/10/2015).

Bahkan, saat pertama kali datang ke stan, ia memuji keindahan motif batik dan langsung memegang kain batik. “Ratu menilai kain batik ini luar biasa indah. Ratu menyukai batik warna alam yang soft seperti indigo dan biru. Bahan alamnya seperti daun indigo dan daun mahoni,” kata Indri seperti dikutip laman metrotvnews.com.

Ratu Margrethe memang menyukai batik Indonesia. Ia mengenal motif batik dari ibunya Ratu Inggrid tiga dekade lalu. Dalam kunjungannya ke Istana Presiden, Ratu banyak menanyakan batik kepada Presiden Joko Widodo.

Saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku lebih banyak berbincang dengan Ratu Denmark Margrethe II soal batik saat sang Ratu berkunjung bersama suaminya, Pangeran Consort di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Kecintaan Ratu Denmark akan batik pun dimanfaatkan Jokowi untuk mempromosikan budaya khas Indonesia itu. “Tadi kita banyak bicara masalah batik karena beliau memang senang sekali terhadap batik dan lukisan. Jadi ngomongnya itu,” ujar Jokowi usai pertemuan kepada wartawan.

Jokowi mengaku, Ratu Margrethe II sempat menanyakan lama pembuatan batik. Jokowi pun menjelaskan untuk beberapa motif, seperti motif lereng pengerjaannya butuh waktu enam bulan. “Saya jelaskan kalau motif lainnya bisa empat bulan. Penjelasan-penjelasan seperti itu,” kata dia.

Kunjungan ke Indonesia ini juga menjadi sorotan dari media Denmark lantaran Ratu Denmark jarang sekali melakukan kunjungan kenegaraan setiap tahunnya. Terlebih lagi, pada kunjungan kali ini, Ratu Denmark akan berkeliling ke tiga kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya hingga akhirnya ditutup dengan jumpa pers keluarga Kerajaan Denmark di kompleks Candi Prambanan.

Sebelum meninggalkan Balai Besar Kerajinan dan Batik, Ratu mendapatkan cenderamata berupa hiasan dinding dari kain batik dengan 24 motif batik tradisional Yogyakarta. (*/ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.