Raseno Arya: Festival Cibaliung 2015 dorong kunjungan wisnus ke Banten Selatan

0
3032
Wayang Golek, salah satu atraksi seni dan budaya di Festival Cibaliung, di Kabupaten Pandeglang, Banten Selatan. Kehadiran dalang Dadan Sunandar Sunarya diharapkan juga ikut menjaring kunjungan wisatawan nusantara ke daerah itu. (foto: google)

pesona-indonesia_update-22novJAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata mendukung pelaksanaan Pesta Rakyat Cibaliung 2015 atau disebut Festival Cibaliung yang akan berlangsung 25 Juli hingga 17 Agustus 2015 mendatang.

“Festival Cibaliung merupakan pesta rakyat di wilayah Banten Selatan yang sudah berlangsung selama 50 tahun. Melalui proses semangat nasionalisme yang panjang dan sinergi yang tinggi antara masyarakat, pemerintah dan pemuda, acara ini secara konsisten dapat terlaksana sebagai suatu upaya melestarikan budaya Sunda yang berakar di tengah masyarakat,” kata Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Kementrian Pariwisata.

Untuk itulah di acara puncak yang yang berlangsung di Lapangan Sukajadi, Kec. Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Senin, 17 Agustus 2015 akan digelar pentas wayang golek dengan menghadirkan dalang Yoga Swara Sunandar Sunarya, generasi penerus dari almarhum dalang legendaris Asep Sunandar Sunarya, yang terkenal sebagai pelestari kesenian itu.

Dalang Dadan Sunandar Sunarya adalah dalang muda yang memiliki komitmen dalam melestarikan seni budaya khususnya wayang golek, Kementerian Pariwisata  berharap selain akan menjadi magnet meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara ke Provinsi Banten, juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya yang berada di wilayah Cibaliung dan sekitarnya untuk lebih mencintai dan mendalami berbagai ragam dan budaya asli daerahnya.

”Acara tahunan ini menjadi moment aktualisasi kreativitas,budaya dan usaha ekonomi masyarakat karena panitia penyelenggara mengadakan berbagai lomba dan pertunjukan kesenian. Jenis lomba misalnya terkait dengan perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustusan di berbagai daerah seperti lomba tarik tambang, balap karung, catur, turnamen volly ball, sepak bola, lomba tumpeng, dan panjat pinang,” jelas Raseno Arya.

Sementara itu kegiatan seni yang menonjol juga ditampilkan seperti pencak silat, debus, ubrug, Festival Layang – layang, Lomba Desa Bersih, Lomba Pidato Antar Desa, Lomba Seni Tradisional Antar Pelajar, Pameran Produk Lokal dan Pasar Batu Akik, Lomba Kerajinan Tangan (KRIYA), Pemutaran Film Layar Tancap (Sejarah & Budaya), Pentas Seni Tradisi Islami, Festival Seni Tradisional dan karnaval, Pameran, Pasar Murah, Pasar Malam hingga kegiatan Takblig Akbar.

Kementrian Pariwisata berupaya semaksimal mungkin mengejar target pergerakan wisatawan nusantara sebesar 255 juta tahun 2015 ini

“Kami berharap kegiatan Festival Cibaliung akan meningkatkan angka kunjungan wisatawan nusantara ke daerah Banten Selatan karena Cibaliung memiliki potensi wisata yang luar biasa dengan berbagai kesenian tradisi dan produk ekonomi kreatif, “kata Raseno Arya.

Menurut dia, penyelenggaraan yang hampir satu bulan paska Lebaran diharapkan menjaring kunjungan bagi wisatawan dari Jakarta, Bandung, Lampung dan sekitarnya untuk ikut meramaikan karena event ini menggali potensi seni dan budaya dan menjadi sarana edukasi terutama bagi anak dan keluarga sendiri  untuk mencintai budaya bangsa.

Sate-Bandeng-Banten

 

Sujana, ketua panitia Pesta Rakyat Cibaliung 2015 mengatakan tujuan penyelenggaraan memang untuk terus melestarikan seni dan budaya yang dimiliki dan komitmen generasi muda untuk berpartisipasi juga tinggi sehingga dari tahun ke tahun pesta rakyat tetap dilaksanakan.

“Kami membuat acara yang sifatnya mendidik tetapi tak lepas dari kesenian budaya yang ada di Cibaliung. Istimewanya, semua pengisi acara ini adalah anak muda dan orang tua hanya bertugas menjadi mentor,” jelas Sujana.

Siswa-siswi sekolah menengah banyak dilibatkan, mereka berkreasi untuk menampilkan pawai budaya di jalan raya, dan tentunya melakukan atraksi-atraksi seperti silat dan debus. Ada juga pentas musik, paskibra, pameran dan kompetisi olahraga. Dian, salah satu siswa SMK Dwi Putra Bangsa Cibaliung mengatakan tahun lalu dia dan teman-temannya unjuk gigi dalam Karnaval. Sekolahnya juga memeriahkan  acara perlombaan Seni Calung dan karaoke organ tunggal. Festival Carnaval ini dimeriahkan semua sekolah di sekitar kecamatan Cibaliung, termasuk Cimanggu dan Cibitung.  SMK Dwi Putra Bangsa sendiri mengerahkan sekitar 800 siswa dengan berbagai kreasi masing-masing.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Kementrian Pariwisata, Raseno Arya, juga  menyampaikan bahwa partisipasi Kementrian Pariwisata dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya di berbagai daerah merupakan upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan Nusantara. Seperti diketahui Kementrian Pariwisata berupaya semaksimal mungkin mengejar target pergerakan wisatawan nusantara sebesar 255 juta tahun 2015 ini

Melalui branding Pesona Indonesia, puluhan festival daerah, festival kuliner, pameran wisata, promosi media massa maupun promosi media luar ruang dilakukan berkesinambungan demi mengejar target pergerakan wisnus. Tidak kalah pentingnya digencarkan promosi wisata bahari dan kuliner, mengingat potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar di dua tema tersebut.

Kue Jojorong, Banten ( foto; Google)
Kue Jojorong, Banten ( foto; Google)

Keragaman kuliner yang dimilki Indonesia dari Sabang hingga Merauke merupakan daya tarik yang kuat menarik wisatawan, hal ini perlu “dipromosikan secara maksimal. Tiap daerah memiliki ciri khas kuliner yang berbeda, unik dan menarik. Untuk wilayah Banten ini kulinernya yang menonjol adalah Sate Bandeng tapi dengan menghadiri Festival Cibaliung kita bisa menemukan beragam kuliner khas Banten lainnya ,” jelasnya.

Wisatawan bisa menyicipi banyak kuliner lokal seperti Jojorong, yaitu kue kenyal yang berisikan gula aren dan berselimutkan daun pisang. Ada juga kue Pasung yang berbentuk kerucut memanjang, dibuat dari adonan tepung dan gula merah.

Raseno menambahkan bahwa Cibaliung bisa dikatakan sebagai pintu masuk ke destinasi-destinasi wisata yang ada di Pandeglang, misalnya Tanjung Lesung, Ujung Kulon dan Pulau Umang. Setiap penyelenggaraan pesta rakyat seperti Festival Cibaliung akan memberikan dampak berganda bagi masyarakat lokal sehingga menggerakkan langsung perekonomian masyarakat setempat. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.