Rakornas SMK Pariwisata Fokuskan Tiga Komitmen SDM Untuk Bersaing di era MEA

0
680

BATAM, test.test.bisniswisata.co.id: Kebutuhan SDM Pariwisata mencapai 13 juta orang pada 2019, karena itu perlu langkah berkesinambungan dan kekompakan antara akademisi, pegusaha dan masyarakat agar sumber daya manusia di bidang pariwisata memiliki kompetensi dan daya saing tinggi, kata Prof Dr. H.M. Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kementerian Pariwisata, malam ini.

Berbicara ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau (30/3), Ahman Sya menambahkan bahwa tahun depan pihaknya berharap rangking komperetensi dan daya saing SDM pariwisata sudah di ranking tiga.

“Ranking kita di Asean masih di posisi lima jadi tahun 2017 kita naikkan ke ranking tiga maka itu perlu terobosan dan kekompakan antar instansi terkait. Kelemahan kita adalah lulusan SMK Pariwisata misalnya masih lemah dalam penguasaan Bahasa asing terutama Inggris, IT dan manajemen,” kata Ahman Sya di dampingi Didien Junaedi, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia.

Hadir di acara pembukaan Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli dan H. Ferdiansyah SE MM, wakil ketua komisi X DPR-RI serta sekitar 400 an perwakilan SMK Pariwisata akreditasi A dan 45 kalangan pers nasional dan kita Batam pada Rakor yang pertama kalinya untuk tingkat SMK yang dihadiri pula oleh wakil instansi seperti Dirjen Dikdasmen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Ristek Dikti dan wakil dari Kementrian Tenaga Kerja.

“Selain hasil Rakornas, terobosan yang kami lakukan adalah penerapan standarisasi kurikulum nasional yang berlaku untuk SMK Pariwisata dan memfasilitasi pendirian Lembaga Standarisasi Profesi (LSP) di 34 provinsi sehingga setiap lukusan SMK selain mengantongi ijazah juga punya sertifikat profesi yang siap bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Jelas Ahman Sya.

Jadi, tambahnya, setiap SMK sudah harus memiliki tiga komitmen menggenjot pengajaran bahasa asing, IT dan manajenen karena bagi siswa yang penting implementasi di lapangan bisa diterapkan. Selain itu pendidikan formal seperti kursus-kursus yang menunjang kegiatan pariwisata juga akan ditingkatkan.

Terobosan lain Kemenristek Dikti juga akan mendirikan akademi komunitas pariwisata di 10 destinasi prioritas untuk menunjang pengembangan destinasi wisata baru selain Bali yang sudah dicanangkan pemerintah yaitu Danau Toba, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Bromo Tengger Semeru (BTS), Candi Borobudur, Tanjung Kelayang, Kawasan Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo serta Morotai.

Tahun lalu, kata Ahman Sya bersama Dirjen Ristek Dikti telah dilakukan Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata se Indonesia dan dari 30 Maret – 1 April 2016 diselenggarajan Rakor SMK Pariwisata se Indonesia karena setiap tahun sedikitnya ada 100 ribu lulusan SMK pariwisata dan 50 ribu lulusan PT Pariwisata.

“Mereka sudah harus siap terjun menunjang kebutuhan 4 juta tenaga kerja langsung di pariwisata, sisanya adalah tenaga kerja tak langsung dan tenaga kerja yang berdampak dibidang pariwisata yang jika ditotal mencapai 13 juta orang di tahun 2019” tambahnya.

Ketua GIPI, Didien Junaedi mengatakan bahwa industri pariwisata sebagai end user atau pengguna jasa SDM pariwisata sangat menyambut baik adanya Rakornas SMK pariwisata se Indonesia ini karena sejak tahun 1970 an industri pariwisata telah mempelopori lahirnya sekolah kejuruan yaitu Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP) yang kemudian akhirnya melebur menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan pariwisata.

“Buat kami setelah menunggu puluhan tahun cita-cita ini baru terwujud dan ada kemitraan serta sinergitas yang harmonis. Saya sangat setuju para wakil SMK Pariwisata harus memacu diri untuk memenuhi tiga komitmen sehingga rakornas bisa dilakukan setiap tahun” tandas Didien.

Hasil rakor sendiri ingin menyepakati kurikulum nasional berbasis kompetensi dan ada kesepakatan bersama SMK harus memiliki LSP jadi semua lulusan juga bersertifikat Asean disamping menambah konten penguasaan bahasa asing, IT dan manajemen dalam pelajaran sehari-hari. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here