Ragam Rasa Olahan Durian Di Jifast Gallery

0
1668

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Bagi pecinta durian melahap daging buahnya saja itu sudah biasa. Tapi makan durian dicampur dengan aneka sayuran menjadi salad yang segar dan sehat, itu baru luar biasa.

Apa yang terbayang dalam pikiran Anda jika buah durian yang putih kekuningan dengan rasa manis itu, dicampur dengan sayur brokoli yang hijau, salada, jagung manis, tomat, kol dan ketimun? Lalu di bagian atasnya ditabur dengan parutan keju chedar. Heemmm maknyus!

Penasaran? Coba saja bertandang ke Jifast Gallery Durian yang terletak di Jl. Ahmad Yani, Bandung, Jawa Barat. Resto dominan berwarna hijau pastel dan putih lembut, serta penuh dengan dekorasi lampu-lampu bulat besar yang dilapisi kertas bergambar pancake ini, menghidangkan beragam makanan olahan durian. Semua serba pakai daging buah berduri tersebut.

Mira Hakim, pencetus Jifast Gallery ini, menuturkan dia menghadirkan kafe serba durian ini di Kota Kembang Bandung, karena memang hobinya makan durian, dan membuat aneka pengananan dari buah tersebut.

Jifast Gallery Durian ini baru dibuka sekitar setahun lalu, tapi pengunjungnya sudah mulai ramai. Kapasitas kursi untuk 50 orang, pada akhir pekan dan jam-jam tertentu penuh terisi, baik oleh anak muda, maupun rombongan keluarga.

Mereka ada yang sekadar datang untuk mencicipi sop durian, salad durian, atau makan pancake durian. Ada sedikitnya 20 menu makanan yang memakai buah durian di dalamnya. Mulai dari minuman, manakan kecil seperti risol, sop, salad, eskrim, dan makanan lainnya.

Sabar dan tekun

Bagaimana Mira, ibu tiga anak ini memulai usahanya? “Kami mulai dari bawah. Dari membuat pancake. Sekitar tiga tahun lalu saya ingin membuat sesuatu untuk ikuta-ikutan bisnis. Yang terpikirkan adalah pancake durian. Saya membuat adonan kulitnya, dan ternyata sering gagal. Setelah diulang berkali-kali baru berhasil,” ungkapnya.

Mula-mula Mira membuat 50 buah pancake durian, yang dimasukannya ke dalam wadah dan dijajakannya di area care free day Bandung, Rp15.000 sebiji. “Ya sekalian olahraga. Tapi belum ada yang melirik. Sampai siang tak ada yang beli. Akhirnya dibawa pulang dan dimakan rame-rame,” tuturnya saat ditemui di Bandung beberapa waktu lalu.

Pekan depannya Mira membuat pancake 50 buah. Dia berjualan disamping tukang pempek dorong. “Eh si bapak pempek itu bercerita kalau saya sebaiknya daftar ke Indag Jabar, terus buat label halal, dan daftarkan izin usaha rumah tangga. Nanti dikasih modal,” cerita Mira.

Pada hari kedua jualan di CFD ini, sudah ada yang membeli, bahkan memborong. Semangat Mira dan anak-anaknya muncul. “Ada yang datang dari Restoran Ampera dan menawarkan kerja sama. Saya boleh titip jual pancake di sana. Akhirnya beberapa cabang restoran itu saya isi pancake,” ujarnya.

Dari area CFD dan titip jual di restoran, akhirnya pesanan pancake durian yang berlabel Jifast itu pun mulai mengalir. Untuk memproduksinya, Mira mengajak ibu-ibu rumah tangga di sekitar lingkungan kompleknya untuk bekerja sama. “Mereka bisa bagi waktu antara rumah dan bekerja membuat pancake. Saya ingin membantu orang-orang sekitar saya.”

Mira Hakim pemilik Jifest Gallery dan menu andalannya dari durian.
Mira Hakim pemilik Jifast Gallery dan menu andalannya dari durian.

Kini setiap hari Mira memproduksi rata-rata 3.500 biji pancake yang langsung dikirim ke restoran dan counter mitranya di Bali, Yogya, Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Selain itu juga untuk mengisi counternya di sejumlah Carrefour. Untuk memproduksi dan mengirim pancake, Mira dibantu oleh 30 orang pekerja.

Sementara untuk di kafe Jifast Gallery, Mira dibantu oleh beberapa orang karyawan dan koki. Semenjak ada kafe, Mira mengaku mengeluarkan menu-menu andalan yang sering dibuatnya di rumah untuk keluarga.

“Kami ini penyuka buah durian. Jadi saya suka berkreasi membuat kue atau makanan pakai durian,” katanya. Dia menyatukan sayur brokoli, kol merah, sawi, jamur, baby buncis, dan kacang yang ditata dalam mangkok yang sudah diisi buah durian.

“Ketika mencoba sayuran dengan durian ini, memang agak aneh rasanya. Tapi, lama-lama jadi enak. Saya yang tidak begitu suka makan sayuran, sekarang malah ketagihan. Ini menu sehat dan enak,” celetuk Raisya, remaja yang mengaku suka jajan di kafe Jifast.

Mira turun tangan sendiri untuk meracik menu di kafenya. Gaya penampilan dan isinya yang unik, membuat menu-menu tersebut disukai anak muda. Salad dan sop buah durian dengan beragam topping, merupakan makanan pavorit di sini. Adalagi Ketan Durian Original, Ketan Durian Saus Vanila, Ketan Durian Saus Green Tea, Risol Durian, dan D’ Pure.

Untuk menjamin buah durian selalu ada di freezernya walau tidak musim buah berduri tersebut, Mira sudah menyimpannya untuk beberapa lama sesuai kebutuhan. Dia mengatakan menggunakan durian lokal seperti dari Sumatera, Banten dan Bogor. “Kami tidak menggunakan durian montong. Ya ada perbedaan rasa,” ungkapnya. Penasaran ingin mencoba salad durian? Datang saja kafe tersebut. (bundayoely@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.