Pungutan Liar Jerat Wisatawan di Makam Sunan Gunung Jati

0
5026
Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon (Foto: travel.kompas.com)

CIREBON, test.test.bisniswisata.co.id: Siapkan hati jika ingin berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati di Astana Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu obyek wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan selama Ramadhan. Bukan hanya menyiapkan hati untuk beribadah namun juga untuk menghadapi banyaknya pungutan liar yang menjerat wisatawan ingin berwisata di salah satu Wali Songo.

Memasuki kawasan parkir komplek makam Sunan Gunung Jati, ada tiga orang bapak yang memperhatikan. Tak beberapa lama, ketika ingin memasuki gerbang kawasan makam Sunan Gunung Jati, bapak-bapak ini mulai meminta iuran masuk. “Seadanya, Dik, seikhlasnya”.

Meski seikhlasnya, kenyatannya bapak-bapak ini mencegat tiap pengunjung yang akan masuk ke gerbang makam Sunan Gunung Jati. Tak hanya bapak-bapak ada pula anak kecil yang terus meminta uang dengan cara memaksa. Malah anak kecil sering beralasan menjaga sandal, sepatu pengunjung.

Saat lewat gerbang komplek Sunan Gunung Jati, seorang bapak mengikuti, “Kalau mau masuk makam Sunan Gunung Jati kena biaya Rp 2 juta. Kalau pintu makamnya saja kena biaya Rp 100.000 minimal Rp 50.000,” kata bapak ini seperyi diunduh laman Travelkompas.com, Ahad (03/07/2016).

Di makam Sunan Gunung Jati, keberadaan oknum tak dikenal yang meminta pungutan liar memang bukan hal aneh. Biasanya mereka berkelompok dan meminta uang kepada para peziarah. Rata-rata oknum mengikuti para peziarah dengan peran sebagai pemberi informasi.

Padahal, ada juru kunci makam yang sebenarnya dapat memberi informasi lebih lengkap dan komprehensif jika Anda memang ingin tahu seluk beluk makam Sunan Gunung Jati.

“Tidak ada pungutan, mau masuk ke sini masuk saja, gratis Jangan percaya kata orang,” ungkap Bapak Amak, juru kunci (kuncen) makam Sunan Gunung Jati.

Ia mengatakan untuk memasuki makam utama Sunan Gunung Jati memang tak dapat sembarangan, pengunjung diharuskan memiliki izin dari Sultan Cirebon dalam bentuk surat resmi.

“Urus izin dahulu di keraton, baru ke sini bawa surat, nanti ada pemandu yang mengantar ke sini, kemudian kuncen yang akan mengantarkan ke makam Sunan Gunung Jati,” kata Amak.

“Dikenakan biaya atau tidak untuk izin saya kurang tahu. Tetapi jika mau berziarah dari pintu makam, silahkan saja. Tak ada pungutan biaya,” tambahnya.

Makam utama Sunan Gunung Jati dibuka hanya saat-saat tertentu. Menurut Amak puncak keramaian tepat satu minggu setelah hari saya Idul Fitri, yakni saat Grebeg Syawalan.”Nanti jam enam pagi, dari Keraton, keturunan Sunan Gunung Jati dan masyarakat akan berkumpul pukul enam pagi,” kata Amak.

Sedangkan untuk berziarah ke makam Sunan Gunung Jati dibuka 24 jam tanpa pungutan biaya. Dalam sehari rata-rata rombongan 30 bus berkunjung ke makam salah satu sembilan wali tanah Jawa itu. “Mereka berasal dari berbagai daerah,” kata Nasir, juru kunci makam Sunan Gunung Jati lainnya.

Makam Sunan Gunung Jati adalah salah satu tujuan yang menjadi daya tarik utama Cirebon. Setiap harinya, makam ini selalu didatangi para peziarah dari berbagai daerah. Bahkan di waktu-waktu tertentu seperti bulan Syawal, hari raya Idul Adha, dan Ramadhan, makam Syeikh Syarif Hidayatullah ini sangat dipadati para pelancong dari berbagai daerah.

Makam ini sendiri memiliki arsitektur bangunan yang sangat unik. Kompleks pemakaman yang tersusun atas sembilan tingkat ini, memadukan gaya arsitektur Jawa, Arab, dan China. Bakalan kurang afdol rasanya bila anda tidak mampir ke makam Sunan Gunung Jati selama berada di Cirebon. Sayang, pungli terus menghantui dan terkesan dibiarkan oleh pengelola wisata di Cirebon. (*/KMP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.