PT Webe Berkomitmen Pasarkan Produk Asli Indonesia Lewat Peluncuran Website Baru

0
670

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PT Webe Inter Tirzada meluncurkan marketplace untuk menampilkan karya original brand Indonesia dan mancanegara. Dikenal sebagai produk tas dengan brand Webe, marketplace ini diyakini lima tahun ke depan menjadi sentra penjualan online produk original yang mendunia.

“Lewat website www.webemall.co.id, Wenny Sulistiowaty Hartono sebagai pendiri dan pemilik brand tas Webe yang sudah sejajar dengan brand internasional membukakan pasar yang lebih luas pada para creativepreneur Indonesia untuk bergabung di Marketplace yang baru ini sehingga produk Indonesia akan lebih mendunia” kata Frans Budi Pranata, Co Founder, pada peluncuran marketplace ini di Marquee, Kuningan, Jakarta, hari ini.

Menurut Frans, produk yang dijual di webemall meliputi tas, apparel, jam tangan,perhiasan, sepatu, fashion untuk anak-anak, produk kesehatan dan kecantikan, perabotan, karya seni bahkan juga makanan. Marketplace ini menjadi satu-satunya wadah yang menpertemukan langsung produsen dan konsumen dengan produk yang original dan inovatif.

“Sebagai marketplace kami hanya memasarkan produk original yang didesain sendiri oleh para creativepreneur sehingga menjadi solusi e-commerce yang unik dan aman,” kata Wenny Sulistiowaty Hartono sebagai pendiri dan pemilik brand.

Wenny mengatakan belajar dari pengalamannya mengawali usaha tas merk Webe, baru pertama kali pameran saja produknya sudah banyak dipalsukan dengan merek yang sama sehingga membuatnya harus menguras banyak tenaga dan pikiran untuk mengatasi pembajakan yang berlangsung hingga sekarang dan dikenal dengan tas KW Webe.

“Lewat website ini kami mengundang para creativepreneur selebriti Indonesia maupun mancanegara untuk memasarkan produk originalnya. Jadi www.webemall mempertemukan konsumen dan produsen langsung dalam wadah yang sama,” kata Enny yang merintis usaha sejak 1998 dan produknya diekspor ke AS, Inggris, Perancis, Hongkong dan Jepang.

Konsumen juga akan paham bahwa meskipun di pasaran muncul ribuan produk KW Webe maka untuk mendapatkan produk aslinya selain di outlet-outlet tertentu kini bisa dibeli secara online dan terjamin sebagai produk original bukan barang palsu, jelasnya

Peluncuran yang diisi pula dengan talkshow dari para pakar dan pelaku e-commerce serta para pendiri dan pembina Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia ( ADEI) ini juga membahas prospek bisnis online di era digital dengan moderator Suhartono Chandra, CEO Paramount Consulting.

Guru Besar Ekonomi Keuangan IPMI Business School, Prof Roy Sembel sebagai nara sumber mengatakan optimistis webemall akan mencetak bisnis ritel yang tinggi karena hadir di saat yang tepat ditengah kebiasaan belanja online sudah tumbuh dua digit.

“Tahun 1999 disaat pengguna internet baru 400 ribu orang dan masyarakat yang suka belanja online baru 1% banyak website yang jadi marketplace langsung tumbang. Kini sebaliknya iklim sudah kondusif, pemerintah, industri dan masyarakat sudah familiar dengan belanja online dan menguasai medsos maka tinggal kemampuan mengelola dengan data base yang kuat ,” kata Roy Senbel.

Anton Thedy menyerahkan karya kreatif Jencha berupa mozaik foto bertuliskan webw. ( foto Hilda)
Anton Thedy menyerahkan karya kreatif Jencha berupa mozaik foto bertuliskan webe pada Wenny ( foto Hilda)

Ketua Umum ADEI, Bari Arijono mengatakan pihaknya berperan untuk mendorong pengusaha nasional yang menawarkan produknya secara offline menjadi online karena pasarnya menjadi terbuka lebar ke seluruh penjuru dunia.

“kita saling mengisi pertumbuhan penjualan ritel secara online ini sehingga desain produk asli Indonedia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tiga tahun ke depan prospek transaksi ritel online Indonesia total bisa mencapai Rp 200 triliun dari Rp 20 triliunan saat ini,” kata Barry.

Handito, Komite Expor Kadin Pusat menambahkan dengan adanya webemall sebagai marketplace yang berkomitmen hanya menampung produk original dari para creativepreneur maka pihaknya lebih mudah menunjukkan pada mitra Kadin di mancanegara produk bermutu dan asli Indonesia.

“Kehadirannya membangun persepsi produk indonesia yang baik untuk pasar dalam dan luar negri. Imej Indonesia penjual barang palsu akan terkikis dan sudah saatnya produk Indonesia masuk pasar Asean dan mendunia”, kata Handito.

Nara sumber lainnya, Anton Thedy, Managing Director TX Travel dengan 200 an outlet mengatakan di era sekarang pengusaha dituntut untuk mengikuti perubahan dan beradaptasi atau usahanya jadi binasa. Itulah sebabnya tiga tahun terakhir dia rajin melakukan riset karena perilaku konsumen berubah.

Selain investasi di bisnis online travel Anton mengaku mereka yang berusia 18-35 tahun tidak lagi ikut paket tour. Dari 20.000 peserta paket wisata tahun lalu hanya 4 orang anak muda yang jadi peserta dalam paket tour yang ditawarkan. Sisanya secara mandiri mengemas rute perjalanannya dengan tetap membeli tiket penerbangan dan akomodasi.

” Bisnis ritel online seperti yang dilakukan webemall maupun bisnis travel agent kuncinya adalah beradaptasi menyesuaikan dengan kebutuhan dan perilaku konsumen dalam mencari informasi sehingga mampu membuka pasar yang lebih luas,” kata Anton. (Hilda Ansariah Sabri)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.