PT KAI Agar Perhatikan Pemesanan Tiket Rombongan

0
6909

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Minat kalangan sekolah dan komunitas untuk menyelenggarakan kegiatan dengan kereta api cukup tinggi namun sayangnya para tour operator tidak dapat melakulan pemesanan tiket dalam jangka waktu yang lebih panjang.

” Peminat kereta api selain masyakarat umum adalah sekolah dan perusahaan swasta. Untuk sekolah swasta biasanya sudah memiliki jadwal tahunan untuk wisata, studi banding atau program live in ke pedesaan,” kata Aida L Suryadi, Direktur TX Travel Pondok Indah.

Sekolah swasta seperti Al-Azhar,Kanisius, Gonzaga, Tarakanita dan Santa Ursula misalnya diketahui memiliki program Live In dengan lama tinggal seminggu dan menggunakan alat transportasi kereta api.

“Repotnya kalau mengurus keberangkatan siswa sekolah ini jumlahnya banyak bahkan terakhir kami membawa 350 orang dan harus menggunakan 7 gerbong dalam satu rangkaian kereta api, ungkap Aida.

Masalah timbul karena waktu pemesanan tiket untuk segmen sekolahan ini hanya tiga bulan sama seperti pemesanan tiket umum. Jumlah gerbong juga dibatasi sehingga dilakukan dengan dua kali pemberangkatan dan dua kereta berbeda.

“Kalau bisa satu kali berangkat akan lebih mudah pengaturan dan pihak sekolah akan lebih senang kalau pemesanan bisa dari awal ajaran baru tidak dibatasi hanya 3 bulan sebelumnya. Karena harga tiket menentukan biaya studi tour atau biaya program Live in yaitu tinggal seminggu di desa mengenal tata cara ¬†kehidupan yang asri dan ¬†belajar kearifan lokal,”

Untuk tujuan wisata kereta siswa sekolah umumnya kalau dari Jakarta tujuannya adalah ke Bandung, Cirebon, Jogjakarta dan Malang. Pemilihannya kalau berwisata ke Malang bisa naik kereta dari Surabaya.

Menyinggung tentang segmen family gathering yang banyak dilakukan oleh perusahaan swasta, maka sebagai acara rutin tahunan dimana office boy hingga bos berangkat dalam satu rangkaian kereta maka masalah pemesanan tiket dan kepastian mendapatkan tempat duduk (seat) sudah diperoleh jauh-jauh hari

Menurut Aida, PT Kereta Api Indonesia (KAI) diharapkan memiliki kebijakan yang lebih fleksibel apalagi sekarang banyak komunitas yang eksis dari kalangan alumni sekolah tertentu mulai dari konunitas alumni sekolah SD hingga tingkat perguruan tinggi

“Saat ini banyak sekali reuni sekolah yang dilakukan oleh alumni dengan berwisata terutama ke Bandung dan Cirebon. Kereta masih menjadi prioritas karena di dalam kereta masih bisa berkelompok dan jalan mondar-mandir ketimbang terpaku duduk dalam bus wisata,” ungkap Aida yang tengah bersama rombongan Komunitas Bilioner Mindset menggunakan kereta api menuju Bandung.

Jika PT KAI dapat menangani segmen rombongan ini dengan lebih fkeksibel maka kebutuhan sekolah maupun komunitas dapat terpenuhi dan pihaknya sebagai tour operator perjalanan wisata dapat melayani dan mengemas paket wisata dengan lebih baik.

“Terakhir untuk masalah kebersihan dalam toilet kereta juga harus mendapat perhatian PT KAI karena untuk romobongan dan perjalanan jarak panjang seperti ke Malang hingga Surabaya kebersihannya harus terjaga dengan stok air bersih yang memadai,” tandasnya.(¬†[email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.