Prosesi Pertukaran Penjaga Istana Jadi Obyek Wisata Bulanan

0
605
Selfie dengan pasukan penjaga istana (Foto: liputan6.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Setiap bulan ada suasana menarik di Istana Merdeka Jakarta. Suasana itu berupa prosesi seremoni pertukaran penjaga Istana atau serah terima jaga Istana Merdeka. Biasanya pertukaran penjaga istana dilakukan secara monoton, apalagi dilakukan di dalam istana sehingga bukan menjadi tontonan menarik.

Namun kini, ada perubahan menyolok Penjaga istana yang juga anggota Paspampres dengan pakaian kebesaran merah putih, dan peci yang menarik lengkap dengan senjata sehingga menarik untuk ditonton. Apalagi prosesi itu dilakukan di jalan depan Istana Merdeka, sehingga menjadi obyek wisata dadakan setiap bulannya.

Perubahan itu terjadi setelah Presiden Joko Widodo meminta akan pergatian pasukan jaga Istana kepresidenan terbuka untuk umum, di luar lingkungan Istana sehingga masyarakat dapat menyaksikannya secara langsung.

“Belum pernah pergantian pasukan jaga Istana Kepresidenan terbuka untuk umum,” tulis Jokowi melalui akun Instagram miliknya, Minggu (17/7/2016).

Menurut Jokowi, mulai saat ini proses pergantian jaga pasukan itu akan dilangsungkan di halaman luar Istana Merdeka. Prosesi itu akan dilakukan setiap minggu kedua setiap bulannya pukul 08.00 WIB. “Masyarakat bisa melihat atraksi memeriksa senjata, amunisi, kerapihan seragam, hingga lempar senjata,” ujar Jokowi.

“Saya ingin selalu dekat dengan rakyat dan masyarakat juga bisa berfoto bersama Paspampres,” lanjut Presiden Jokowi.

Ternyata proses yang dilakukan di depan Istana Merdeka itu menarik masyarakat yang tengah beraktifitas saat car free day.Tak hanya menampilkan pertunjukan seremonial, prosesi pertukaran jaga itu juga diramaikan dengan atraksi akrobatik senjata yang dilakukan oleh pasukan.

Tak pelak pertunjukkan itu menuai decak kagum dari masyarakat yang melihatnya. Proses pergantian jaga itu memakan waktu sekitar 25 menit. Setelah itu, masyarakat ramai-ramai mengabadikan momen pergantian tersebut dengan selfie di depan pasukan jaga yang baru.

Pada Ahad (25/09/2016) dimeriahkan marching band Gema Holtikultura Band asal SMP Suluh Jakarta Selatan. Mengawali pertunjukan, Gema Holtikultura Band memainkan musik Maju Tak Gentar dari Lapangan Monas menuju ruas jalan depan Istana. Sesampai di sana, ratusan masyarakat yang menonton dari pinggir jalan terkesima dengan permainan musik dan bendera dari grup tersebut.

Lagu 17 Agustus 1945, Indonesia Tanah Air Beta, dan lagu Coldplay Viva La Vida sebagai penutup membuat masyarakat memberikan tepuk tangan yang meriah. Usai marching band SMP Suluh, giliran marching band Paspampres beraksi. Dengan tingkahan yang berbeda, mereka juga memulainya dengan lagu Maju Tak Gentar.

Sebelumnya, saat pertama kali dilakukan pada 17 Juli 2016 lalu, tak ada pertunjukan marching band. Tapi, langsung ke prosesi serah terima jaga Istana.

Kali ini, masyarakat dihibur lebih dahulu selama setengah jam. Barulah pada pukul 08.00 WIB, para penjaga Istana baru dan lama berbaris rapi menuju ruas jalan depan Istana untuk prosesi serah terima jaga.

Warga yang menonton, larut dalam proses itu. Dimulai dengan pengecekan senjata. Adegan mengosongkan senjata membuat masyarakat terkesima. Bunyi magazine dijatuhkan, kletak-kletok pemicu dan bunyi-bunyian dari senjata yang diperiksa serentak, membuat nada tersendiri.

Dari anak-anak sampai orang dewasa bergantian meminta foto dengan Paspamres. Mereka seolah-olah menjadi lebih dekat Paspamres Penjaga Istana. Meskipun ekspresi Paspamres tetap formal serius, tak ada senyum, dan tegap berdiri tegap, warga tetap asyik berfoto.

Elisa warga Surabaya yang kebetulan datang ke Monas ikut menyaksikan atraksi Paspamres Penjaga Istana merasa senang. Ia mengapresiasi langkah Istana Negara yang menggelar pergantian Paspamres untuk disaksikan warga. Kini, Sigit dan warga lainnya menjadi tahu dan lebih dekat mengenal pergantian Paspamres.

Atraksi pergantian Paspamres tak hanya disaksikan warga lokal. Warga negara asing yang kebetulan melewati Monas ikut menyaksikan kemeriahan atraksi juga mengambil gambar untuk dokumentasi pribadi. Sebuah obyek wisata menarik setiap bulannya bgi wisatawan lokal, nasional dan international. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.