Promosi Creative Tourism Bandung masih Minim

0
430
Industri wisata kreatif Indo wisata permata (Foto: AFP)

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Pariwisata Bandung kian melambung. Wisata belanja, kuliner, budaya, sejarah serta wisata alam di wilayah Jawa Barat (Jabar) sudah tak diragukan lagi terkait kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Sayangnya, hanya industri wisata kreatif atau creative tourism masih ketinggalan kereta.

“Kami menyadari creative tourism Bandung lemah, promisinya masih minim. Kami terus mendorong industri wisata kreatif bisa berkembang dengan baik, karena prospek dan potensinya cukup bagus,” papar Kepala BPPD Jabar, Cecep Rukmana usai meninjau salah satu industri kreatif Indo Wisata Permata (IWP) di Citra Green Dago Bandung, Jumat (14/7/2017).

Cecep melanjutkan, sebagai produk wisata yang baru, keberadaannya bisa melahirkan creative tourism di wilayah Jawa Barat. BPPD Jabar pun berupaya mempromosikan produk wisata kreatif ini dikalangan menengah atas.

Mengingat, selama ini Bandung maupun Jabar didominasi wisata yang membidik segmentasi menengah ke bawah. Misalnya, wisata kuliner dan perdagangan kebanyakan murah meriah. “Nah, creative tourism kan segmennya beda lagi, harus kita dukung dan promosikan,” katanya.

Cecep mengungkapkan promosi Creative Tourism melangkah ke tingkat ASEAN, karena bisa menjadi daya tarik wisatawan mancanegara (Wisman) yang memiliki biaya belanja lebih tinggi. Promosi yang dilakukan dalam IWP ini tentu berbeda dengan wisata lainnya.

Selama ini, lanjut dia, event selalu diisi dengan hiburan tradisional tetapi promosi wisata permata seharusnya dengan nuansa lebih modern misalnya menampilkan musik Jazz. “Sejauh ini promosi wisata lebih memfokuskan pada kunjungan wisman. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan kunjungan Wisman sehingga memperoleh devisa lebih besar,” tandasnya.

BPPD juga mempromosikan ke beberapa daerah yang memiliki nuansa nostalgia seperti Belanda dan Belgia. Bahkan sejak 4 tahun lalu mempromosikan wisata Jabar ke Cina. “Selain itu mempromosikan di beberapa negara ASEAN dengan mengikuti berbagai event pemasaran,” ujarnya

Cecep mengaku mendapat kendala karena terdapat perbedaan karakter wisatawan dari Cina di dalam pola pemasarannya. Sedangkan wisata domestik belum begitu dipromosikan karena terkendala anggaran. “Tetapi kita pantau terus wisatawan domestik,” tuturnya.

General Manager IWP Wahyudi merespons positif atas kunjungan dari BPPD Jabar. Seperti dikutip laman Wartaekonomi.com, Sabtu (15/07/2017) mengakui, sebagai bentuk ekspansi bisnis pihaknya saat ini serius menggarap edukasi wisata berlian.

Sebagai titik awal, dia lebih mendekatkan diri dengan masyarakat setempat. Selain menggelar edukasi wisata, gerai ini pun terbuka bagi seniman Bandung untuk menunjukkan hasil karyanya. Menurutnya, untuk edukasi wisata ini pihaknya bekerja sama dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) setempat.

Keterbukaan tempat ini pun sebenarnya ingin menghilangkan anggapan masyarakat. Selama ini, berlian hanya dianggap sebagai barang mewah yang diperuntukkan bagi kalangan middle-up. Padahal, dia mengaku berlian ini bisa dimiliki siapapun. “Impiannya, berlian ini ingin menyamai produk angklung. Angklung saat ini sudah mendunia,” pungkasnya. (*/WEO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.