Program Sarjana Mendidik berkontribusi pada pengembangan pulau terpencil

0
1096
Pulo Rondo, salah satu pulau terluar di wilayah admistrasi Kota Sabang, Aceh.Tempat pertemuan ombak Samudera India dan Selat Malaka

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Potensi pulau-pulau kecil di Indonesia diperkirakan mencapai 10.000 pulau dari 17.508 pulau yang ada. Wilayah gugusan pulau-pulau terpencil tersebut secara ekonomis mempunyai potensi yang sangat kaya akan lahan yang cukup luas, sumber laut, sumber daya tambang, dan potensi pariwisata.

Jika berhasil dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan, pulau-pulau terpencil ini bukan saja akan menjadi sumber pertumbuhan baru, melainkan sekaligus akan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah dan kelompok sosial.

Namun kenyataannya wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas ribuan pulau serta beragamnya kekayaan adat yang dimiliki beserta suku-suku di dalamnya justru membuat sebagian wargadi pulau-pulau  tidak dapat menikmati proses pendidikan dan fasilitas lainnya yang diberikan oleh pemerintah kepada anak bangsa.

Faktor utamanya adalah terbatasnya sarana dan prasarana penghubung seperti pelabuhan, jalan, jembatan dan lain sebagainya yang memberikan pengaruh terhadap kurangnya akses yang dapat dirasakan oleh penduduk di daerah terpencil.

Agar masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3 T)  mendapatkan haknya dalam hal kualitas nonfisik, maka mengusahakan pendidikan bagi mereka merupakan investasi yang paling berharga bagi bangsa ini. Pendidikan akan mampu meningkatkan kualitas nonfisik mencakup kualitas kepribadian, kualitas bermasyarakat, kualitas berbangsa, kualitas spiritual, kualitas intelektual, wawasan lingkungan dan kualitas kekeluargaan di wilayah terpencil.

Itulah sebabnya ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan mengumumkan Senin, 19/1/2015 bahwa pemerintah pada tahun 2015 ini membuka keran formasi CPNS guru untuk ditempatkan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) langsung mendapatkan respons positif dari kalangan muda. Pemerintah  menyediakan sedikitnya seribu formasi untuk mengisi kekurangan guru di daerah 3 T itu dan kehadiran guru-guru muda diyakini akan membawa perubahan positif pada kualitas SDM setempat.

Pendidikan, kata Anies, memang harus menjadi gerakan di mana semua orang diajak terlibat sesuai dengan kapasitas masing-masing.Kesiapan anak-anak muda untuk mendidik saudara-saudara sebangsa di pelosok Tanah Air membuktikan bahwa kita masih punya sangat banyak stok anak muda hebat dan menunjukkan bahwa orang tua, serta sekolah tetap berhasil memunculkan generasi yang siap mengabdi untuk bangsa,  katanya.

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang melamar sebanyak 1.481 orang. Mereka  mengikuti ujian yang digelar pada 19-20 Januari 2015. Ujian digelar di sejumlah universitas di antaranya Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Formasi ini disediakan khusus bagi para peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T), yang telah mendidik selama satu tahun di sekolah di daerah 3T. Untuk dapat mengikuti seleksi, mereka juga harus telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menteri Anies menyebutkan, peserta yang lulus seleksi akan diangkat menjadi CPNS daerah dengan jabatan tenaga fungsional guru dan ditempatkan di salah satu dari 29 kabupaten di daerah 3T. Pengalaman mengajar para peserta ujian yang sebelumnya telah mengikuti program SM3T tidak menyurutkan semangat mereka dalam mendidik. Sebaliknya, jiwa mereka semakin menggelora untuk dapat memberikan yang terbaik demi pendidikan yang berkualitas di Tanah Air. Bahkan, mereka juga rela tinggal jauh dengan keluarga.

Bekti Agiemellia, misalnya, salah satu peserta ujian, usai mengikuti tes di UNJ mengatakan mengajar di daerah 3T justru membuatnya mandiri dan keluarga juga mendukungnya untuk merantau. Dia sendiri alumni UNJ Jurusan Fisika peserta program SM3T yang pernah mendidik selama satu tahun di sekolah satu atap di Kupang, NTT.

Selain formasi CPNS guru untuk daerah 3T, pada tahun ini pemerintah juga membuka formasi CPNS bagi putra/putri terbaik yang lulus sarjana maupun master dengan predikat cum laude dan summa cum laude untuk ditempatkan di berbagai instansi pemerintah.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perorangan, tetapi juga bagi komunitas bisnis dan masyarakat umum. Pencapaian pendidikan pada semua level niscaya akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat.Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) pastinya akan mendukung program lainnya yang diluncurkan instansi pemerintah lainnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), misalnya,  menilai potensi pulau-pulau kecil Indonesia masih besar dan melalui Undang-undang (UU) Kelautan yang telah disahkan tahun lalu, akan mengoptimalkan potensi pulau-pulau kecil dengan tiga fokus utama, yakni pulau dengan nilai ekonomi, pulau kecil terluar, serta pulau dengan pengelolaan kearifan lokal.

Dari ribuan-ribuan pulau kecil yang dimiliki maka yang telah teridentifikasikan adalah 92 pulau kecil terluar yang memiliki potensi wisata bahari, wisata alam, wisata sejarah, peternakan, pertanian, pertambangan maupun potensi lainnya.

Pemanfaatan potensi pulau kecil yang ada diharapkan bisa memperkaya nilai tambah semua pihak. Misalnya pulau di kawasan wisata Raja Ampat, Papua Barat. Dari 300.000 hektare (ha) wilayah konservasi di Raja Ampat, nantinya akan diintegrasikan kawasan diving, resort, atraksi, pendakian Gunung Cartenz, restoran, dengan memberdayakan masyarakat lokal sebagai mitra usaha.

Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad mengatakan pihaknya dapat membudidayakan ikan napoleon sebagai destinasi wisata, dan warga dijadikan sebagai pemandu wisata. Pihaknya sudah siapkan Rp 60 miliar per tahun untuk lima tahun ke depan demi pengembangan pulau kecil dan konservasinya.

Disadari atau tidak, sinergitasmemang dibutuhkan untuk  saling mengisi program antara Kemdikbud dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KPP) di wilayah 3 T akan memberikan dampak positif bagi kualitas SDM di pulau-pulau terpencil.

Kementrian Pariwisata tinggal memoles ketrampilan masyarakat pulau dengan  keramahtamahan  pelayanan berdasarkan tujuh Sapta Pesonanya sehingga wisatawan akan betah menghabiskan waktu liburannya di sana. Sapta Pesona terdiri dari tujuh unsur yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan memberikan kenangan yang indah

Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung kesuatu daerah atau wilayah di negara kita. Masyarakat  harus menciptakan suasana indah mempesona dimana saja dan kapan saja. Khususnya ditempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan dan pada waktu melayani wisatawan.

Dengan kondisi dan suasana yang menarik dan nyaman, wisatawan akan betah tinggal lebih lama, merasa puas atas kunjungannya dan memberikan kenangan yang indah dalam hidupnya. Nah Indah bukan jika tercipta kerjasama lintas sektoral antar intansi pemerintah. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.