Prof Ahman Sya: Pariwisata Goes To Campus Tepat Karena Mahasiswa Agen Perubahan

0
650

Pariwisata Goes To Campus bidik universitas besar di 10 destinasi wisata prioritas. (Foto:  Solo Pos.com)
JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membuat gebrakan baru dengan membuat program Pariwisata Goes To Campus untuk  lebih memantapkan tujuan pemerintah yang menjadikan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,

”Program ini tepat karena mahasiswa itu bisa dijadikan sebagai kader perubahan atau agent of change. Hal  Ini akan membawa dampak luas pada masyarakat,” kata Prof. Ahman Sya,  Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, hari ini.
Menurut dia, program Pariwisata Goes To Campus akan membidik universitas-universitas terbesar di 10 destinasi prioritas. Antara lain Toba, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung,  Kepulauan Seribu dan Kota Tua, dan Mandalika.

’’Kampus itu tempatnya para pemikir, kaum intelektual muda yang punya semangat tinggi. Yang namanya mahasiswa, jika ia bergerak akan mempercepat proses perubahan termasuk pergerakan dan sosialisasi mengenai pariwisata. Jadi, apabila pariwisata melibatkan mahasiswa,  akan mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi dari masyarakat dalam dan luar negeri,’’ tuturnya.

Setelah membangun kader di 10 destinasi prioritas, lanjut Ahman, akan dilanjutkan ke luar daerah-daerah tersebut.  ’’Tapi tetap akan kita utamakan universitas terbesar dulu. Kalaupun kampus-kampus umum tapi yang punya pengaruh luar biasa,’’ ujarnya.

Kalangan kampus dan mahasiswa merupakan salah satu unsur dalam pentahelix  yang terdiri dari unsur akademisi, kalangan bisnis, pemerintah, komunitas dan media. Oleh karena itu, pembangunan pariwisata dengan melibatkan kampus atau mahasiswa akan menjadi sebuah gerakan yang efektif.

’’Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa berbagai perubahan mendasar selalu melibatkan kalangan kampus dan mahasiswa sejak 1908, 1928, 1945, 1966, 1975 hingga tahun 1998 lalu dimana peranan mahasiswa sangat menentukan saat terjadinya  Reformasi,’’ kata Ahman Sya.

Ada beberapa agenda yang akan dilakukan. Antara lain seminar kepariwisataan, focus group discussion (FGD), pelatihan kader intelektual pariwisata sebagai agen perubahan, pembangunan jaringan digital kader pariwisata antar-kampus, dan kongres pariwisata nasional.

’’Tahun depan akan kita adakan kongres pariwisata nasional. Akan tetapi, persiapannya harus dimulai dari sekarang,’’ tandasnya. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here