Presiden Xi Dorong Warga Tiongkok Berwisata ke Indonesia

0
502
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping (Foto: Kompas)

HANGZHOU RRT, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping akan mendorong masyarakat Tiongkok untuk berwisata ke Indonesia. Selama ini diakui destinasi Asia lainnya lebih populer dari Indonesia. Kini, Indonesia mulai menjadi salah satu destinasi yang populer untuk masyarakat Tiongkok dalam merencanakan kepergian atau wisata mereka ke luar negeri.

Demikian hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, di West Lake State Guest House, Hangzhou, RRT, Jumat (2/9/2016) siang, yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

“Dalam pertemuan bilateral itu, selain membahas pariwisata Presiden Jokowi ingin memfokuskan pembahasan mengenai kerja sama ekonomi. RRT merupakan mitra penting Indonesia. Saya yakin RRT juga memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang penting,” lontar Menlu dikutip laman Setkab.go.id.

Presiden Jokowi juga mengadakan pertemuan sekaligus kerja sama di bidang pariwisata dengan Alibaba Group asal China. Dalam pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan CEO Alibaba, Jack Ma disebutkan Alibaba memiliki layanan yang dapat mendukung program pariwisata pemerintah.

“Tadi dibicarakan cukup panjang beberapa potensi kerja sama di sektor wisata, seperti misalnya Alibaba punya platform cukup besar untuk booking online travel,” kata Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia , dikutip dari keterangan resmi Biro Pers, Media dan Komunikasi Sekretariat Presiden, Jumat (2/9/2016).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan program peningkatan wisatawan China yang dicanangkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, merupakan sebuah bisnis besar yang dapat meningkatkan devisa negara.

“Bayangkan, Pak Arief Yahya punya target satu juta wisatawan per tahun dari China sampai dengan 2019. Kalau rata-rata mereka berkunjung selama lima hari dan menghabiskan per harinya US$200, artinya itu US$1.000 dikali 1 juta orang itu sudah US$1 miliar. Itu bisnis yang sangat luar biasa besar. Ini akan ditindaklanjuti,” katanya.

Alibaba dikenal sebagai raksasa perdagangan elektronik (e-commerce) di China juga dunia. Bermula dari sebuah usaha rumahan sederhana pada 1999, hanya butuh beberapa tahun bagi Alibaba untuk mendulang kesuksesan.

Dalam menjalankan bisnisnya, Alibaba memfokuskan layanannya untuk menghubungkan berbagai jenis usaha mikro kecil dan menengah agar mendapatkan konsumen dari dalam negeri dan seluruh dunia.

Fokus lainnya adalah usaha yang dilakukan anak-anak muda. “Kami tidak membeli barang untuk menjualnya, tapi kami membantu penjual UMKM memasarkan produknya dan membantu pembeli menemukan produk yang diinginkannya. Setelah 17 tahun, kini nilai total transaksi kami telah mencapai US$500 miliar,” ucap Jack Ma. (*/END)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.