Presiden: PKB Tak Hanya Ditunggu Rakyat juga Wisman

0
389
Presiden Jokowi diarak usai Pesta Kesenian Bali (foto: Okezone.com)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo mengaku Pesta Kesenian Bali (PKB) bukan hanya ditunggu rakyat, masyarakat Bali, namun juga wisatawan mancanegara (Wisman). PKB bukan semata-mata pesta rakyat, pesta seni melainkan juga kegiatan berfungsi budaya, pendidikan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat, utamanya rakyat Bali.

“Saya gembira pada sore hari ini bisa berada di sini, di Pulau Dewata, di Bali dan momentum kali ini Pesta Kesenian Bali yang ke-38 sangat ditunggu-tunggu rakyat, masyarakat dan turis-turis mancanegara,” papar presiden saat membuka PKB ke-38 di depan monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Sabtu (11/6/2016) sore.

Pembukaan PKB ditandai dengan memukul kul-kul (alat kesenian Bali yang terbuat kayu) berukuran sekitar 2 meter dan diiringi gamelan ketug gumi. “Pare semeton sareng sami pawai PKB ke-38 saya nyatakan dibuka dan dimulai,” lontar kepala negara.

Dalam acara tahunan ini, Presiden Joko Widodo menggunakan pakaian tradisional beskap khas Bali berwarna hitam dan mengenakan udeng-udeng di kepalanya. Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengenakan pakaian kebaya khas Bali berwarna jingga.

Usai membuka PKB, Jokowi bersama sang istri didampingi Gubernur Provinsi Bali Mangku Pastika dan istri diarak keliling lapangan Bajra Sandhi, Renon, dengan menggunakan mobil pawai dari Kabupaten Gianyar.

Saat diarak keliling lapangan Renon, sejumlah masyarakat yang melihat Jokowi dari dekat memanggil-manggil namanya lantas dibalas dengan lambaian tangan Jokowi. “Pak Jokowi… Pak Jokowi,” sahut warga yang melihat langsung presidennya di Renon, Bali.

Melihat rakyatnya antusias dengan kehadirannya, Kepala Negara dan Ibu Negara sempat membagikan kaus juga buku tulis kepada ribuan warga Bali yang tumpah di lapangan Renon.

Setelah tiba di depan Gedung Pemprov Bali, Jokowi turun dari mobil pawai tersebut kemudian menyalami rakyatnya secara langsung tak sedikit dari mereka yang meminta swafoto (selfie).

Dengan melihat langsung rakyatnya dari jarak dekat, ratusan aparat keamanan dari Paspampres, TNI, Polisi, Satpol PP dan Pecalang tampak kewalahan menjaga keamanan di sekitar acara.

Tampak hadir Mendikbud Anis Baswedan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Ibu Ayu Pastika, dan bupati/wali kota se-Bali serta tamu kerhormatan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjelaskan PKB ke 38 mengusung tema Karang Awak, yang bermakna melalui proses kegiatan berkarya seni nantinya dapat menumbuhkan rasa untuk mencintai semua hasil karya sendiri, dan pada ujungnya bisa mencintai tanah kelahiran sendiri.

PKB ke 38 ini diawali dengan pawai budaya yang diselenggarakan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar yang diikuti duta dari 9 Kabupaten/Kota seluruh Bali, ISI Denpasar, Universitas Udayana Bali serta partisipan dari Nusa Tenggara Timur, Timor Leste, India, dan Perancis yang membawakan kesenian daerah mereka masing-masing.

“Pawai ini merupakan prosesi yang mengawali seluruh pesta Bali yang bertema Karang Awak atau bermakna mencintai tanah kelahiran, serta sebagai wujud pada tanah kelahiran dan cinta kepada bumi beserta isinya. Pawai ini dikemas dengan karya seni kolosal, dan melalui PKB ini kami juga memberikan ruang lebih luas kepada para seniman Bali,” ucap Made Mangku Pastika.

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha menjelaskan memang ada permintaan Presiden seperti itu, sehingga rute pawai pun diubah. Pawai akan dimulai dari depan panggung kehormatan di depan Monumen Bajra Sandi – ke barat menyusuri Jalan Raya Puputan – Jalan Kusuma Atmaja (barat lapangan Puputan Margarana) – Jalan Cok Agung Tresna – dan berakhir di depan Dinas Kebudayaan Bali di Jalan Juanda.

“Perubahan rute pawai ini atas permintaan Bapak Presiden agar rutenya dibuat lebih panjang. Sementara Bapak Gubernur mengharapkan supaya Bapak Presiden bisa masuk dalam pawai sebelum kontingen terakhir,” ucapnya.

Namun, kontingen mana Presiden Jokowi akan masuk tentu teknisnya akan menyesuaikan dengan keinginan Presiden saat itu. “Kami sudah koordinasi dengan aparat keamanan beserta Paspampres dan sudah dilakukan pengecekan,” ucapnya.

Sebelumnya rute pawai PKB direncanakan mengambil konsep “murwa daksina” atau putaran searah jarum jam (dari timur ke selatan) mulai dari depan Kantor Gubernur Bali ke timur lalu ke selatan mengitari Lapangan Puputan Margarana kemudian ke barat menuju panggung kehormatan di depan Monumen Bajra Sandhi.

Pawai PKB akan diikuti oleh 15 kontingen yakni dari ISI Denpasar, sembilan kabupaten/kota, partisipan luar negeri dari Perancis, India, dan Timor Leste, partisipan dari Nusa Tenggara Timur, dan ditutup dengan drumband dari Universitas Udayana.

PKB yang mengangkat tema “Karang Awak, Mencintai Tanah Kelahiran” itu, pawainya akan dilaksanakan mulai pukul 14.00 Wita dan diharapkan selesai paling lambat pukul 16.30 Wita. Pesta kesenian tahunan masyarakat Bali itu akan berlangsung selama sebulan penuh dari 11 Juni – 9 Juli 2016 di Taman Budaya Art Center Bali, Denpasar. (*/Endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.