Presiden Perhatikan Kondisi Bandara Kecil

0
482
Bandara Sultan Thaha Jambi (Foto: Liputanjambi.com)

JAMBI, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian khusus terhadap bandara-bandara kecil yang banyak tersebar di wilayah nusantara. Kepala negara pun memerintahkan agar bandara-bandara kecil rintisan segera dibangun dan diperluas termasuk sejumlah bandara di Provinsi Jambi. Bandara Sultan Thaha sebagai “pilot project” pengembangan bandara kecil oleh pemerintah sangat perlu diperluas lagi.

“Saya perintahkan Menteri BUMN, Dirut Angkasa Pura, rencananya mulai diperluas lagi 2019, karena saya mendengar langsung dari Pak Gubernur (Jambi) pertumbuhannya 27 persen per tahun, ini harus diantisipasi maju jangan sampai penumpang sudah meluber baru dibangun,” kata Presiden saat meresmikan Terminal Bandar Udara Sultan Thaha Jambi, Kamis (21/7/2016).

Presiden juga memerintahkan jajarannya untuk memajukan pembangunan bandara rintisan tersebut pada awal 2017. Tidak boleh ada jeda keterlambatan membangun karena pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. “Jangan terlambat, kita lihat Bandara Soekarno-Hatta, kita terlambat membangunnya sehingga mau naik pesawat antre 20 menit sampai setengah jam, mau turun juga antre dulu. Keterlambatan itu yang tidak boleh terjadi di sini,” pesannya.

Presiden juga memerintahkan agar terminal bandara diperluas, landas pacu juga diperpanjang jika memang diperlukan. Dan, bandara-bandara kecil di sekitar Sultan Thaha seperti Muarabungo dan Kerinci agar tahun 2017 seluruhnya dibangun dan diselesaikan terminal dan landas pacunya. “Urusan pembebasan tanah itu urusan gubernur dan bupati, sekarang bagi-bagi kerja. Kalau pembebasan cepat berarti perintah saya juga akan langsung, 2017 bisa dikerjakan,” katanya.

Keberadaan bandara yang memadai, kata Presiden, akan mempercepat mobilitas, transportasi, angkutan orang dan barang, sehingga efisiensi semakin baik maka kemudian arahnya bisa dengan lebih mudah memenangkan persaingan. “Kalau cara-cara seperti ini tidak dilakukan kita terlambat, ya sudah ditinggal negara lain. Negara lain sudah lari, kita ditinggal. Itu yang kita tidak mau, kita harus menangkan kompetisi yang sekarang ini sangat ketat antarnegara,” katanya.

Selain itu, sambung Presiden yang mengenakan batik kelir cokelat lengan panjang, pembangunan insfrastruktur tak bisa ditunda lagi seiring dengan ketatnya kompetisi antar negara dalam Masyarakar Ekonomi Asean (MEA). Ditambah lagi dengan persaingan antar kawasan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan total biaya pembangunan Bandara Sultan Thaha yang baru sebesar Rp236 miliar dengan kapasitas 1,6 juta penumpang dan luas terminal 12.000 m2. “Apron ditambah dari kapasitas lima pesawat kelas menengah menjadi tujuh pesawat,” katanya.

Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan, pihaknya mendorong pembangunan terminal bandara tersebut menjadi embarkasi gaji sekaligus mendorong mobilitas orang dan barang. “Jumlah penumpang pada 2010 mencapai lebih dari 986.000 penumpang dan pada 2015 meningkat lebih dari 24 persen. Padahal pada 2015 terjadi penurunan aktivitas dampak kabut asap,” katanya.

Puncak acara peresmian, Presiden Jokowi menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Dirut PT Angkasa Pura II Budi Karya.

Terminal baru ini dapat menampung hingga 1,6 juta penumpang per tahun dan dioperasikan sejak 25 Desember 2015. Terminal ini sekaligus menggantikan terminal lama yang hanya berkapasitas 700.000 penumpang per tahun. Proyek bandara tersebut meliputi overlay runway setebal 10 cm dengan luas terminal 35.000 m2 dan luas parkir 26.500 m2 berkapasitas 436 mobil dan 415 motor.

Pembangunan Terminal Penumpang dan Fasilitas Parkir Bandara Sultan Thaha yang baru itu menelan biaya sesuai nilai kontrak Rp126 miliar, pembangunan apron Rp110 miliar, pembangunan tower dan gedung operasi Rp16 miliar, dan pembangunan fasilitas pokok dan penunjang lainnya Rp67 miliar.

Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi menargetkan pergerakan pesawat bisa menjadi 70 per hari, di akhir tahun ini. “Saat ini pergerakannya 46 pesawat, 23 take off,23 landing. Saya targetkan Bandara Sultan Thaha harus bisa 70,” kata Budi.

Bandara Sultan Thaha yang baru tersebut menjadi proyek rintisan pengembangan bandara-bandara kecil yang dikelola AP. Bandara tersebut juga akan berperan memperkuat bandara internasional seperti Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, sambungnya. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.